Showing posts with label online. Show all posts
Showing posts with label online. Show all posts

Friday, March 22, 2013

Level Pengaruh Dalam Teori Hirarki Isi Media

sumber ilustrasi: ceritamu.com -
 
J.shoemaker dan Stephen D.Reese dalam buku Mediating the Message : Theories of influences on Mass Media Content (1996) memandang bahwa telah terjadi pertarungan dalam memaknai realitas dalam isi media. Pertarungan itu disebabkan oleh berbagai factor, pertama, level pengaruh individu pekerja media, kedua, level rutinitas media, ketiga, level struktuf organisasi, keempat, level pengaruh luar organisasi media, serta terakhir, level Ideologi.
Level Pengaruh Individu Pekerja Media
Pemberitaan suatu media dan pembentukan konten media tidak terlepas dari faktor individu seorang pencari berita atau jurnalis. Arah pemberitaan dan unsur-unsur yang diberitakan tidak dapat dilepaskan dari seorang jurnalis. Faktor-faktor seperti faktor latar belakang dan karakteristik dari seorang pekerja media atau jurnalis, perilaku,nilai dan kepercayaan dari seorang jurnalis dan yang terakhir adalah orientasi dari seorang jurnalis. MAKALAH LENGKAP "KLIK DISINI"

Thursday, March 21, 2013

Pengertian Teori Hirarki Pengaruh Isi Media

Sumber ilustrasi: mayichi.blogspot.com

Teori hirarki pengaruh isi media (Theories of influences on Mass Media Content) diperkenalkan oleh Pamela J Shoemaker dan Stephen D. Reese. Teori ini menjelaskan tentang pengaruh terhadap isi media pada suatu pemberitaan, baik dari pengaruh internal dan maupun eksternal. Shoemaker dan Reese membagi kepada beberapa level pengaruh isi media. Yaitu pengaruh dari individu pekerja media ( individual level), pengaruh dari rutinitas media (media routines level), pengaruh dari organisasi media ( organizational level), pengaruh dari luar media (outside media level), dan yang terakhir adalah pengaruh ideologi (ideology level).(Shoemaker, 1996:60).  MAKALAH LENGKAP "KLIK DISINI"

Friday, January 25, 2013

Komunikasi Massa dan Media Massa


Komunikasi massa (mass comunication) bukanlah komunikasi dengan massa yang banyak seperti pidato, kampanye, dan lainnya. Namun komunikasi massa disini yaitu komunikasi menggunakan media massa, baik itu menggunakan media cetak, media elektronik, atau media online. Komunikasi massa mempunyai cakupan yang sangat luas karena dari media cetak akan dibagi dan dipilah sesuai dengan karakteristiknya seperti surat kabar, majalah, bulletin dan lainnya. Begitu pula dengan media elektronik yang akan dibagi menjadi radio dan televisi, kemudian media online.
Komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang menimbulkan efek tertentu (Saefullah, 2007: 6). Komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin yaitu communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini diartikan dengan sama makna (Effendy, 2006:9).
Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat digunakan secara efektif, Harold Lasswell mengatakan dalam bukunya, The Structure and Function of Communication in Sociaty, yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek  (2006:10), bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan, Who Says What In Which Channel To Whom With What Efect?. Komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban

Thursday, January 24, 2013

Running News di Media Online

Ilustrasi: usahabiznisku.blogspot.com


Running news berasal dari dua kata yaitu running dan news, running yang berarti berjalan atau berlari dan news yaitu berita, bila digabungkan menjadi ’berita berjalan’ atau berita yang sedang berlangsung saat itu. Menurut Budiono Darsono, running news yaitu satu tema berita yang di dalamnya terdiri dari beberapa item berita dan terus di up date sesuai perkembangan secara beraturan yang terdiri dari beberapa sub judul (dikutip dari http://id.wikipedia.org). Tetapi sudah jelas bila dilihat dari tujuan media yaitu memberikan informasi yang aktual, faktual, dan akurat.
Zaki Habibi dalam artikelnya yang berjudul Citizen Journalism :Ketika Berita Tidak Hanya Memiliki Satu Muka (20:2007) dalam Jurnal Komunikasi Universitas

Perbedaan Media di Internet (Media Online) dan Media Lain (Cetak dan Elektronik)



Sumber: Budiono Darsono, dalam Makalah  yang berjudul Konten Inovatif, Bagaimana?
Dari web blog: (http//:budiono.blogdetik.com) diakses 25 Juli 2010.
 Oleh: Mulyadi Saputra

Media yang ada di internet yakni media-media yang terbit di dunia maya atau dunia virtual, yakni Media Online yang kini marak berkembang sebagai media massa depan. Dari sisi fungsi dan karakter, media yang terbit di internet ini cukup banyak perbedaaannya ketimbang media cetak dan elektronik. perbedaaan-perbedaan tersebut akan diulas secara singkat dan jelas pada paparan dibawaan ini.
Pebedaan yang signifikan anatara media yang terbit di internet dan media cetak atau elektronik  menurut Jhon Vivian (2008:270), yaitu terdapat pada feed back (umpan balik). Media internet dapat menerima umpan balik secepat mungkin atau setelah komunikan menerima pesan tersebut. Berbeda dengan media cetak atau internet yang harus tertunda beberapa saat.
Syarifudin Yunus (2010:27) mengutarakan perbedaan media Elektronik, media cetak dan media online  secara subtansial dapat dilihat berdasarkan pencarian, pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran berita yang dilakukan. Perbedaan tersebut diantaranya dalam filosofi penyajian berita, positioning  masing-masing jenis media, teknis pengelolaan, dan target

Thursday, January 17, 2013

Social Media: Ladang Penggali Uang



Foto: garissukses.blogspot.com

Lima Tahun terakhir merupakan masa-masa kejayaan social media, hampir seluruh kaula muda Indonesia memiliki account baik Facebook, Twitter, Web Blog atau bergabung di portal-portal komunitas seperti Kaskus dan sebagainya. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa, dikarenakan jumlah pengguna di Indonesia telah masuk pada posisi papan atas dunia.
Banyak hal yang bisa dipetik dari perkembangan social media ini, salah satunya yakni sebagai ajang sosial dan silaturahmi, juga sebagai promosi bisnis dan menumbuhkan networking. Di Indonesia memang belum semuanya dapat memanfaatkan social media hingga menjadi ladang untuk menggali uang. Sebagian masyarakat hanya memanfaatkan social media sebagai ajang ekspresi diri dan narsisme semata. Sehingga dalam segi materi belum memberikan manfaat nan real. Meski,

Tuesday, December 11, 2012

Social Media Butuh Literacy

Foto by: Andre Navrada/ twitt: @andrenavrada

 Oleh: Mulyadi Saputra
Indonesia masuk dalam jajaran pengguna social media terbanyak di dunia. Untuk Facebook, Indonesia merupakan pengguna keempat terbesar di dunia, sedangkan Twitter masuk dalam posisi pertama. Banyak pakar memprediksi, ke depan penggunaan social media masih akan terus membesar dan berkembang seiring dengan fasilitas jaringan internet yang kian membaik.
Salah satu yang membuat pesat perkembangan social media di Indonesia adalah kondisi masyarakatnya yang gampang terprovokasi. “Indonesia memiliki masyarakat yang cepat terprovokasi dan latah. Kalau orang lain punya sesuatu, dia juga harus memilikinya. Maka di Indonesia, cukup cepat perkembangan new media, terutama social media seperti Facebook dan Twitter,” kata dosen Sekolah Komunikasi dan Multimedia (SKM) Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Imansyah Lubis, S.Sos, M.Sn.
Dengan beragam dampak negatifnya, new media menyimpan sejuta manfaat yang dapat mendorong pertumbuhan Indonesia. Menurut Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Bidang Komunikasi dan Media, Dr. Henry Subiakto, MA, sejatinya teknologi tumbuh untuk memudahkan manusia dalam berbagai aktivitas. “Teknologi tak mungkin dihambat. Secara natural, teknologi mempermudah kehidupan kita. Kalau bisa beli barang secara online dengan harga sama, kenapa harus datang ke toko dan mengeluarkan biaya lebih mahal? Memang harus hati-hati, karena transaksi di dunia maya rentan penipuan,” ungkap Henry.

Monday, December 10, 2012

Social Media Ubah Budaya dan Media Massa


Foto: Andre Navrada
 Dulu, media massa adalah satu-satunya wahana yang dapat membius masyarakat mulai edukasi, provokasi, bahkan dapat mengobrak-abrik tatanan negara. Keperkasaan itu seakan-akan mutlak dan tak terkalahkan. Alhasil, media massa dimanfaatkan banyak kalangan untuk propaganda, promosi, dan menyampaikan bermacam informasi.
Dalam dunia komunikasi, keperkasaan media massa sesuai dengan teori jarum hipodermik dan teori peluru. Sekali membius, seseorang tak dapat berbuat apa-apa. Namun keperkasaan itu dilemahkan teori agenda setting, dimana tidak semua yang diungkapkan media massa bersifat penting bagi masyarakat, tergantung setting dan targetnya hingga masyarakat bisa memilih. Hal ini sesuai pula dengan teori uses and gratification. Lalu, apakah teori-teori tersebut masih berlaku bagi media massa dengan munculnya new media semacam social media, portal, dan web blog?

Wednesday, December 5, 2012

Asumsi Dasar Teori-Teori Komunikasi



Asumsi Dasar Teori Konstruksi Sosial
Teori konstruksi sosial (social construction) Berger dan Lukmann merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan. Dalam teori ini terkandung pemahaman bahwa kenyataan dibangun secara sosial, serta kenyataan dan pengetahuan merupakan dua istilah kunci untuk memahaminya.  Asumsi dasar dari Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann adalah:
a.                   Realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuataan konstruksi sosial terhadap dunai sosial di sekelilingnya.
b.                  Hubungan antara pemikiran manusia dan konteks sosial tempat pemikiran itu timbul, bersifat berkembang dan dilembagakan.
c.                   Kehidupan masyarakat itu dikonstruksi secara terus menerus.
d.                  Membedakan antara realitas dengan pengetahuan. Realitas diartikan sebagai kualitas yang terdapat di dalam kenyataan yang diakui sebagai memiliki keberadaan (being) yang tidak bergantung kepada kehendak kita sendiri. Sementara pengetahuan didefinisikan sebagai kepastian bah

Tuesday, December 4, 2012

KOMUNIKASI DALAM PRESFEKTIF ISLAM


DAKWAH, TABLIGH, DAN KHUTBAH DAN PERBEDAAN ANTARA KETIGANYA
Dakwah
Istilah syara’, dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, memanggil, atau mengajak orang untuk beriman dan taat kepada Allah, SWT sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Dakwah memiliki tujuan mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhoi oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.
Tabligh
Tabligh adalah menyampaikan ajaran-ajaran, syariat serta aturan-aturan dalam Islam kepada umat manusia yang ada di muka bumi ini agar dijadikan pedoman hidup untuk memperoleh kebahagian di dunia dan di ahirat. Tabligh berasal dari kata ballagha-yuballighu. Selain tabligh, dalam jenjang aktifitas dakwah juga mengenal taklim, yang bersifat lebih intensif dari tabligh. Ada juga takwin, yang jauh lebih intensif lagi dari taklim dan tabligh. Di dalam tabligh, yang menjadi inti masalah adalah bagaimana agar sebuah informasi tentang agama

Sunday, December 2, 2012

Teknik Pengumpulan Data, Pendekatan serta Analisis dalam Penelitian Kualitatif

Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif
1.  Wawancara
Wawancara  merupakan suatu  proses dalam komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi. Salah satu caranya yakhi dengan tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi, atau lainnya. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian.
Dapat pula sebagai proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya. Karena merupakan proses pembuktian, maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya.
Wawancara terbagi menjadi dua jenis, yaitu wawancara mendalam dan wawancara terarah. Wawancara mendalam (in-depth interview), di mana peneliti menggali informasi secara mendalam dengan cara terlibat langsung dengan kehidupan informan dan bertanya jawab secara bebas tanpa pedoman pertanyaan yang disiapkan sebelumnya sehingga suasananya hidup, dan dilakukan berkali-kali;
Wawancara terarah (guided interview) di mana peneliti menanyakan kepada informan hal-hal yang telah disiapkan sebelumnya. Berbeda dengan wawancara mendalam, wawancara terarah memiliki kelemahan, yakni suasana tidak hidup, karena peneliti terikat  dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Sering terjadi pewawancara atau peneliti lebih memperhatikan daftar pertanyaan yang diajukan daripada bertatap muka dengan informan, sehingga suasana terasa kaku.

2. Observasi
Observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Bentuk observasi terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

Saturday, December 1, 2012

FUNGSI RUNNING NEWS DALAM KECEPATAN UPDATE BERITA DI MEDIA ONLINE DETIK BANDUNG


Oleh: Mulyadi Saputra 

 1.PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Penelitian
Detik.com, bisa dikatakan media Online terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tanggal 9 Juli 1998, sedangkan untuk Detik Bandung tayang pertama kali pada tanggal 30 Januari 2008. Detik Bandung mempunyai web tersendiri dan struktur redaksi tersendiri, namun untuk peristiwa yang bersifat nasional tetap mengirim berita ke Detik.com pusat.
Detik.com ialah sebuah portal website yang berisi berita aktual di Indonesia. Detik.com merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Detik.com hanya mempunyai edisi Online dan menggantungkan pendapatan dari bidang iklan. Meskipun begitu, Detik.com merupakan yang terdepan dalam hal berita-berita baru (breaking news)[1].