Showing posts with label teori. Show all posts
Showing posts with label teori. Show all posts

Friday, March 22, 2013

Level Pengaruh Dalam Teori Hirarki Isi Media

sumber ilustrasi: ceritamu.com -
 
J.shoemaker dan Stephen D.Reese dalam buku Mediating the Message : Theories of influences on Mass Media Content (1996) memandang bahwa telah terjadi pertarungan dalam memaknai realitas dalam isi media. Pertarungan itu disebabkan oleh berbagai factor, pertama, level pengaruh individu pekerja media, kedua, level rutinitas media, ketiga, level struktuf organisasi, keempat, level pengaruh luar organisasi media, serta terakhir, level Ideologi.
Level Pengaruh Individu Pekerja Media
Pemberitaan suatu media dan pembentukan konten media tidak terlepas dari faktor individu seorang pencari berita atau jurnalis. Arah pemberitaan dan unsur-unsur yang diberitakan tidak dapat dilepaskan dari seorang jurnalis. Faktor-faktor seperti faktor latar belakang dan karakteristik dari seorang pekerja media atau jurnalis, perilaku,nilai dan kepercayaan dari seorang jurnalis dan yang terakhir adalah orientasi dari seorang jurnalis. MAKALAH LENGKAP "KLIK DISINI"

Wednesday, February 27, 2013

Media Massa Dalam Perubahan Sosial dan Masa Depan Bangsa



ilustrasi by: www.edosegara.com
Komunikasi terjadi dimana saja, seperti di rumah, di kampus, di pasar, di mall, di perpustakaan dan sebagainya. Sebagian besar kehidupan kita dihabiskan untuk berkomunikasi dan bahkan komunikasi ini dilakukan untuk menentukan kualitas dalam kehidupan kita, khususnya dalam bermasyarakat. Dengan komunikasi, kita akan membentuk saling pengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan dan pengalaman, dan bahkan membangun serta melestarikan sebuah peradaban.

Namun dengan komunikasi ini juga, kita mampu menciptakan kondisi yang kontradiktif dengan kondisi di atas. Begitu pentingnya komunikasi bagi kita, sehingga begitu akrab dengan kita, sampai-sampai kita merasa >>>Download Makalah Persentasi 'Klik Disini'<<<

Friday, February 22, 2013

Teori Uses and Gratifications

   Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan (Uses and Gratifications Theory) dapat dilihat sebagai kecenderungan yang lebih luas dari pihak media untuk memberikan kepuasan kepada khalayak. Model ini merupakan pergeseran fokus dari tujuan komunikator ke tujuan komununikan. Model ini juga menentukan fungsi komunikasi massa dalam melayani khalayak (dalam Skripsi Hapsari, 2001:23).
    Pendekatan Uses and Gratifications untuk pertama kali dikenalkan oleh Alihu Katz (1959) dalam artikel sebagai reaksinya terhadap pernyataan Bernard Berelson (1959) bahwa penelitian komunikasi tampaknya

Monday, February 18, 2013

Teori-Teori Komunikasi Organisasi Klasik

 

        Dalam sebuah proses komunikasi, pasti ada penjabaran teoritis mengenai apa yang terjadi dalam sebuah komunikasi. Begitupula dengan komunikasi organisasi, yang memiliki penjabaran teoritis mengenai komunikasi organisasi. Berikut ini adalah teori-teori komunikasi organisasi klasik. 
2.Teori Lapangan tentang Kekuasaan

Wednesday, February 13, 2013

Komunikasi Antarbudaya Lebih Cocok Diteliti Melalui Pendekat Subjektif

Oleh: Mulyadi Saputra
Ilustrasi by: liliszoe.blogspot.com 
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Pendekatan subjektif merupakan pendekatan dengan melihat individu per individu. Setiap karakter manusia yang itu  unik dan berbeda. Perbedaan ini pun disebabkan oleh berbaga hal lainnya seperti oleh tingkat pendidikan formal, didikan atau asuhan serta  kebiasan yang diterpkan oleh keluarga. Pendekatan subjektif melihat indvidu secara

Tuesday, January 29, 2013

Organisasi, Komunikasi dan Manajemen


        Dalam organisasi yang sebagaimana telah didefinisikan diatas tentu menbutuhkan manajemen agar tujuan yang telah di tentukan pada organisasi tersebut dapat tercapai secara bersama. Dalam manajemen dikenal dengan model-model didalamnya yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) atau POSLC (Planning, Organizing, Staffing, Leading, Controlling). Untuk menjalankan fungsi-fungsi POAC atau POSLC, sangat dibutuhkan komunikasi atau kepandaian dalam mengkomunikasikannya. Komunikasi tersebut tidak hanya asal tersampaikan pesan tetapi dapat berjalan efektif, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh komunikan dengan baik. Kegiatan tersebut dalam contoh real-nya yaitu

Definisi Komunikasi Organisasi

Oleh: Mulyadi Saputra

a) Perspektif objektif menekankan pada definisi komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Fokusnya adalah penanganan pesan, yakni menerima, menafsirkan, dan bertindak berdasarkan informasi dalam suatu peristiwa komunikasi organisasi. Komunikasi juga dipandang sebagai alat untuk merekayasa atau mengkonstruksi organisasi yang memungkinkan individu (anggota organisasi) beradaptasi dengan lingkungan

Definisi Organisasi Secara Objektif dan Subjektif



Definisi Organisasi dalam Prespektif Objektif
a)      Menurut Stoner, organisasi didefinisikan sebagai suatu pola hubungan-hubungan orang-orang yang ada di bawah pengawasan dan pengarahan atasan untuk mengejar tujuan bersama. Menurut saya definisi ini juga bersifat objektif karena anggota atau orang-orang didalam organisasi tersebut seakan-akan pasif yang dapat diatur dan diarahkan oleh atasan atau pemimpin organisasi tersebut tanpa menyangkal atau pembangkangan.
b)      Organisasi identik dengan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. definisi lain dari organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dalam wewenang tertentu. Secara umum, organisasi dapat diartikan

Friday, January 25, 2013

Komunikasi Massa dan Media Massa


Komunikasi massa (mass comunication) bukanlah komunikasi dengan massa yang banyak seperti pidato, kampanye, dan lainnya. Namun komunikasi massa disini yaitu komunikasi menggunakan media massa, baik itu menggunakan media cetak, media elektronik, atau media online. Komunikasi massa mempunyai cakupan yang sangat luas karena dari media cetak akan dibagi dan dipilah sesuai dengan karakteristiknya seperti surat kabar, majalah, bulletin dan lainnya. Begitu pula dengan media elektronik yang akan dibagi menjadi radio dan televisi, kemudian media online.
Komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang menimbulkan efek tertentu (Saefullah, 2007: 6). Komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin yaitu communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini diartikan dengan sama makna (Effendy, 2006:9).
Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat digunakan secara efektif, Harold Lasswell mengatakan dalam bukunya, The Structure and Function of Communication in Sociaty, yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek  (2006:10), bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan, Who Says What In Which Channel To Whom With What Efect?. Komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban

Thursday, January 24, 2013

Perbedaan Media di Internet (Media Online) dan Media Lain (Cetak dan Elektronik)



Sumber: Budiono Darsono, dalam Makalah  yang berjudul Konten Inovatif, Bagaimana?
Dari web blog: (http//:budiono.blogdetik.com) diakses 25 Juli 2010.
 Oleh: Mulyadi Saputra

Media yang ada di internet yakni media-media yang terbit di dunia maya atau dunia virtual, yakni Media Online yang kini marak berkembang sebagai media massa depan. Dari sisi fungsi dan karakter, media yang terbit di internet ini cukup banyak perbedaaannya ketimbang media cetak dan elektronik. perbedaaan-perbedaan tersebut akan diulas secara singkat dan jelas pada paparan dibawaan ini.
Pebedaan yang signifikan anatara media yang terbit di internet dan media cetak atau elektronik  menurut Jhon Vivian (2008:270), yaitu terdapat pada feed back (umpan balik). Media internet dapat menerima umpan balik secepat mungkin atau setelah komunikan menerima pesan tersebut. Berbeda dengan media cetak atau internet yang harus tertunda beberapa saat.
Syarifudin Yunus (2010:27) mengutarakan perbedaan media Elektronik, media cetak dan media online  secara subtansial dapat dilihat berdasarkan pencarian, pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran berita yang dilakukan. Perbedaan tersebut diantaranya dalam filosofi penyajian berita, positioning  masing-masing jenis media, teknis pengelolaan, dan target

Thursday, January 17, 2013

Social Media: Ladang Penggali Uang



Foto: garissukses.blogspot.com

Lima Tahun terakhir merupakan masa-masa kejayaan social media, hampir seluruh kaula muda Indonesia memiliki account baik Facebook, Twitter, Web Blog atau bergabung di portal-portal komunitas seperti Kaskus dan sebagainya. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa, dikarenakan jumlah pengguna di Indonesia telah masuk pada posisi papan atas dunia.
Banyak hal yang bisa dipetik dari perkembangan social media ini, salah satunya yakni sebagai ajang sosial dan silaturahmi, juga sebagai promosi bisnis dan menumbuhkan networking. Di Indonesia memang belum semuanya dapat memanfaatkan social media hingga menjadi ladang untuk menggali uang. Sebagian masyarakat hanya memanfaatkan social media sebagai ajang ekspresi diri dan narsisme semata. Sehingga dalam segi materi belum memberikan manfaat nan real. Meski,

Tuesday, December 25, 2012

Contoh: Proposal Tesis Kuantitatif


PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MTsN 1 BANDUNG


A. Latar Belakang Penelitian
Pembangunan Nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Sistem pendidikan nasional diselenggarakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah, dan jalur pendidikan luar sekolah.
Pendidikan keluarga, komunikasi orang tua terhadap anaknya merupakan bagian dari pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam dan oleh keluarga. Jalur pendidikan sekolah

Friday, December 21, 2012

PSIKOANALISIS DALAM PANDANGAN ISLAM


Oleh:
Agus Anwar, Mulyadi Saputra, Marki, Siti Komalasari, Imelda, Ati

BAB I
PENDAHULUAN

            Sigmund Freud lahir di Moravia, 6 Mei 1856, dan wafat di London, 23 September 1939 akan tetapi hampir selama 80 tahun ia tinggal di Wina dan meninggalkan kota itu hanya ketika Nazi menyerang Austria. Sebagai seorang pemuda ia memutuskan ingin menjadi seorang ilmuwan dan dengan tujuan ini dibenaknya, ia memasuki sekolah kedokteran di Universitas Wina tahun 1873 dan ia tamat 8 tahun kemudian. Freud tidak pernah berniat untuk membuka praktek dokter tetapi karena imbalan yang kecil untuk seorang ilmuwan, kesempatan yang terbatas untuk maju secara akademik bagi seorang Yahudi dan kebutuhan-kebutuhan keluarganya yang bertambah telah memaksanya terjun membuka praktik privat. Di sela-sela praktiknya, ia menyempatkan diri meneliti dan menulis, dan prestasi-prestasinya sebagai seorang peneliti kedokteran, menyebabkan ia mendapat reputasi yang kokoh.
Minat Freud pada neurology menyebabkan ia menspesialisasikan diri di bidang perawatan gangguan-gangguan saraf, sebuah cabang ilmu kedokteran yang ketinggalan di tengah gerak maju di kalangan seni penyembuhan selama abad XIX. Untuk meningkatkan 

Jangan Biarkan Media Hilangan Keampuhannya

Oleh: Mulyadi Saputra
http://www.pdk.or.id

Kebebasan Pers di Indonesia dapat diacungi jempol meski baru beberapa tahun terakhir setelah pemerintahan Orde Baru (orba). Kebebasan pers di Indonesia telah mengalahkan Negara yang lebih dulu menjunjung kebebasan bermedia dan Negara demokrasi lainnya.  Dengan kebebasan ini pula masyarakat dapat mengetahui informasi seluas-luasnya mengenai apa yang sedang terjadi di belahan dunia. Ini tentu suatu prestasi besar, sebab menurut para pakar semakin bagusnya jaringan informasi yang di peroleh masyarakat akan menunjukkan kemajuan sebuah wilayah.

Di era orba yang lebih kepada pemerintahan yang otoriter, informasi yang menyinggung keburukan pemerintahan langsung akan disensor, informasi yang menyinggung tentang pertahanan dan militer juga langsung di sensor bahkan akan lebih kejam lagi yaitu dibreidel. Namun, untuk era reformasi menjadi bebas, dengan kata lain Kebebasan Pers yang dapat di

Tuesday, December 18, 2012

Kajian Ilmu Komunikasi Baru


 oleh: Mulyadi Saputra
http://www.buzzom.com
Bidang kajian Ilmu Komunikasi bertambah sejak tumbuhnya new media yang meliputi social media, portal, dan web blog. Fungsinya pun otomatis bertambah, karena fungsi social media yang cukup banyak. Namun, dalam setiap perkembangan tentu ada hal yang perlu disadari semua kalangan, yakni ‘efek’. Memang, pertumbuhan suatu bidang keilmuan, baik sosial maupun teknologi, tak bisa ditolak atau dihindari, sebab sudah menjadi keniscayaan sejarah. Jika ditahan atau ditolak, berarti menghambat perkembangan pengetahuan masyarakat.
Namun sejatinya, perkembangan teknologi tidak selalu menyuguhkan efek negatif semata, efek positifnya pun cukup banyak. Ibarat pisau dalam genggaman tangan, jika digenggam

Thursday, December 13, 2012

Teori Komunikasi dari prespektif Psikologi



  • Teori Behavioral and Cognitive
Teori Behavioral dan Cognitive merupakan gabungan dari dua tradisi yang berbeda. Perbedaan utama teori antara aliran behavioral dan kognitif dengan aliran struktural dan fungsional terletak pada fokus pegamatan serta sejarahnya. Teori Behavioral dan fungsional berkembang dari ilmu sosial dan ilmu-ilmu lainnya yang cenderung memusatkan struktur sosial dan budaya. Sementara teori-teori behvioral dan kognitif berkembang dari psikologi dan ilmu-ilmu behavioral lainnya yang cenderung memusatkan pengamatan pada diri manusia secara individual.

Tuesday, December 11, 2012

Social Media Butuh Literacy

Foto by: Andre Navrada/ twitt: @andrenavrada

 Oleh: Mulyadi Saputra
Indonesia masuk dalam jajaran pengguna social media terbanyak di dunia. Untuk Facebook, Indonesia merupakan pengguna keempat terbesar di dunia, sedangkan Twitter masuk dalam posisi pertama. Banyak pakar memprediksi, ke depan penggunaan social media masih akan terus membesar dan berkembang seiring dengan fasilitas jaringan internet yang kian membaik.
Salah satu yang membuat pesat perkembangan social media di Indonesia adalah kondisi masyarakatnya yang gampang terprovokasi. “Indonesia memiliki masyarakat yang cepat terprovokasi dan latah. Kalau orang lain punya sesuatu, dia juga harus memilikinya. Maka di Indonesia, cukup cepat perkembangan new media, terutama social media seperti Facebook dan Twitter,” kata dosen Sekolah Komunikasi dan Multimedia (SKM) Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Imansyah Lubis, S.Sos, M.Sn.
Dengan beragam dampak negatifnya, new media menyimpan sejuta manfaat yang dapat mendorong pertumbuhan Indonesia. Menurut Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Bidang Komunikasi dan Media, Dr. Henry Subiakto, MA, sejatinya teknologi tumbuh untuk memudahkan manusia dalam berbagai aktivitas. “Teknologi tak mungkin dihambat. Secara natural, teknologi mempermudah kehidupan kita. Kalau bisa beli barang secara online dengan harga sama, kenapa harus datang ke toko dan mengeluarkan biaya lebih mahal? Memang harus hati-hati, karena transaksi di dunia maya rentan penipuan,” ungkap Henry.

Thursday, December 6, 2012

Tahap-Tahap Perkembangan Teori Komunikasi



Oleh: Mulyadi Saputra
Priode pertama adalah Mazhab Retorika  yang berkembang sejak periode klasik hingga awal abad  ke-19. Mazhab ini sangat mengakar di masyarakat Yunani dimana negara tersebut merupakan tempatnya para ilmuan masa itu. Masyarakat Yunani mashab ini sebagai upaya mencari kebenaran melalui dialog. Tiga unsur penting dalam mazhab ini yang sangat terkenal yaitu Etos, Pathos, dan Logos.
            Setelah itu berkembang tradisi jurnalisme, paradigma, dan perkembangan retorika, yakni pada zaman Romawi Kuno hingga periode 1900-1950-an. Tradisi jurnalisme sudah dimulai sejak zaman Romawi Kuno yang ditandai dengan adanya Acta Diurna atau catatan harian, dimana pada masa itu penyebaran informasi secara luas dengan menggunakan media papan pengumuman. Informasi tersebut ditujukan kepada rakyatnya atau masyarakay kala itu.
Kemudian berkembanglah tahap komunikasi massa pada tahun 1940-1950-an. Dalam tahap ini lahirlah beberapa model seperti model lasswell, teori SOR, S-M-C-R model, dan sebagainya. Model-model tersebut hingga kini masih digunakan meski model-model terbaru yang beberapa membantah model tersebut telah bermunculan. Pada era tahun 1960-an masuk pada tahap integrasi. Pada tahap ini lahirlah model komunikasi intrapersonal karya Berlo, juga teori-teori yang lainnya.

Wednesday, December 5, 2012

Asumsi Dasar Teori-Teori Komunikasi



Asumsi Dasar Teori Konstruksi Sosial
Teori konstruksi sosial (social construction) Berger dan Lukmann merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan. Dalam teori ini terkandung pemahaman bahwa kenyataan dibangun secara sosial, serta kenyataan dan pengetahuan merupakan dua istilah kunci untuk memahaminya.  Asumsi dasar dari Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann adalah:
a.                   Realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuataan konstruksi sosial terhadap dunai sosial di sekelilingnya.
b.                  Hubungan antara pemikiran manusia dan konteks sosial tempat pemikiran itu timbul, bersifat berkembang dan dilembagakan.
c.                   Kehidupan masyarakat itu dikonstruksi secara terus menerus.
d.                  Membedakan antara realitas dengan pengetahuan. Realitas diartikan sebagai kualitas yang terdapat di dalam kenyataan yang diakui sebagai memiliki keberadaan (being) yang tidak bergantung kepada kehendak kita sendiri. Sementara pengetahuan didefinisikan sebagai kepastian bah

Fungsi Teori, Fungsi Model, Perbedaan Teori Komunikasi Dengan Model Komunikasi Difinisi Teori



Kata teori memiliki arti yang berbeda-beda pada, sehingga pada bidang pengetahuan yang berbeda, maka berbeda pula arti dari teori. Tergantung pada metodologi dan konteks diskusi, dan bidang keilmuannya. Secara lebih lebih umum, para pakar Jonathan H. Turner mengemukakan, teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi. Lalu menurut Littlejohn dan Karen Foss, teori merupaka sebuah sistem konsep yang abstrak dan hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena. Sedangkan menurut Kerlinger, teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena. (http://carapedia.com)
Dapat disimpulkan, bahwa teori merupakan sebuah sistem konsep yang abstrak untuk mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja