Saturday, February 16, 2013

Etnometodologi Komunikasi (Pelanggaran)



Sejak tahun 2006 saya ke Bandung dan tinggal bersama Kakak kandung ke dua dari enam bersaudara, dan saya adalah anak terakhir. Sebelumnya saya belum pernah hidup bersama dengan Kakak saya yang satu ini. Pada saat saya lahir Kakak sudah merantau ke Propinsi Jambi sedangkan kami berkampung halaman di provinsi Riau.
Sejak 2006 saya tinggal dan hidup bersama Kakak (numpang) hingga saat ini, banyak rutinitas di rumah, saya kerjakan dan sudah menjadi suatu rutinitas yang tak bisa di tinggalkan kecuali dalam kondisi sangat tidak memungkinkan, misalnya sedang sakit atau saya sedang tidak ada di rumah.
Rutinitas yang sangat jarang saya tinggalkan yaitu rutinitas pada pagi hari, yaitu menyapu halaman, membersihkan kendaraan sekaligus memanaskan. Rutinitas itu selalu saya kerjakan, jika di persentasekan maka selama saya berada dan ikut tinggal bersama Kakak hanya sekitar 15%

Wednesday, February 13, 2013

Komunikasi Antarbudaya Lebih Cocok Diteliti Melalui Pendekat Subjektif

Oleh: Mulyadi Saputra
Ilustrasi by: liliszoe.blogspot.com 
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Pendekatan subjektif merupakan pendekatan dengan melihat individu per individu. Setiap karakter manusia yang itu  unik dan berbeda. Perbedaan ini pun disebabkan oleh berbaga hal lainnya seperti oleh tingkat pendidikan formal, didikan atau asuhan serta  kebiasan yang diterpkan oleh keluarga. Pendekatan subjektif melihat indvidu secara

Saturday, February 9, 2013

Media Online dan Sejarahnya

              
ilustrasi by: www.kika.web.id
          Media massa saat ini menjadi bertambah keluarga dengan kemunculan media online. Ada berbagai pendapat mengenai media online, sebenarnya termasuk ke dalam media cetak atau media elektronik atau media online berdiri sendiri sehingga media massa bukan terbagi dua melainkan terbagi tiga. Media cetak, media elektronik, dan media online.
              Dalam Jurnal Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Zaki Habibi menulis artikel yang berjudul Citizen Journalism :Ketika Berita Tidak Hanya Memiliki Satu Muka (19:2007) mengungkapkan:

Wednesday, February 6, 2013

Perbedaan Antara Prespektif Objektif dan Subjektif


Oleh: Mulyadi Saputra 
ilustrasi by: www.titokpriastomo.com
             Prespektif Objektif
Pendekatan ini disebut Obyektif atau sering disebut pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini sering dikatakan sebagai pendekatan ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya berdasarkan pandangan bahwa objek-objek, perilaku-perilaku dan peristiwa-peristiwa eksis di suatu dunia yang dapat diamati oleh pancaindra (penglihatan, pendengaran, peraba, perasa, dan pembau), dapat dikur dan diramalkan.
Pendekatan Objektif  memandang bahwa kebenaran dapat ditemukan, jika seseorang dapat menyingkirkan campur tangan manusia ketika melakukan penelitian, dalam arti lain mengambil jarak dari objek yang diteliti, karena pendekatan ini lebih sistematis, terkontrol, empiris mengenai hubungan yang diasumsikan di antara

Internet Sebagai Media

ilustrasi by: jhonmaple.wordpress.com
Internet atau kepanjangannya dari Interconnected Network adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif (Hendratmoko, http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl).
     Dalam makalah yang berjudul Internet: Faktor dan Perkembangannya yang di tulis oleh Adrianus Wisnu Kurniawan dan Ardi Darmawan (2007:1) mengutip dari Rostow (1991) bahwa internet merupakan sebuah revolusi dalam bidang teknologi pada abad 21 yang menyatukan telekomunikasi dengan komputer. Internet menyebabkan perubahan kondisi sosial dan ekonomi. Implikasinya terhadap ekonomi menyebabkan internet menjadi perhatian bagi khalayak akademis. Internet menurunkan biaya transaksi dan meminimalisasi ketidakpastian dalam distribusi barang dan jasa.
        Internet pada mulanya diciptakan oleh para