Thursday, February 6, 2014

Komunikasi Bisnis Di Tengah Keragaman Budaya



Foto dari: prabowo-womanizer.blogspot.com


Latar Belakang
Bangsa Indonesia sebagai bangsa multikultur terdiri dari berbagai masyarakat yang memiliki banyak suku dan etnik. Banyaknya suku dan etnik dapat menimbulkan stereotip antaretnik. Stereotip antaretnik yang mendekati realitas sering merupakan ekspresi rasa kesukubangsaan, namun di sisi lain stereotip yang tidak sesuai dengan realitas etnik tertentu dapat menjadi bumerang dan kesalahpahaman hubungan antaretnik.

Tuesday, January 21, 2014

Contoh Proposal Pengajuan Penelitian ke Perusahaan

PROPOSAL PERMOHONAN PENELITIAN TESIS
A.    Latar Belakang Penelitian
Perkembangan di ranah media massa terus meluas, dengan diiringi persaingan yang kian ketat pula. Persaingan media massa ini, selain media cetak dengan media cetak, media elektronik  pun (radio dan televisi) serta media online, juga melakukan persaingan. Namun, persaingan pada media online nasional terutama Detik.com cukup ketat dengan media-media online lainnya, seperti Okezone.com, Inilah.com, Vivanews.com, Kompas.com, Tempointeraktif.com, dan masih banyak yang lainnya.
Dari banyaknya media online tersebut, Detik.com tetap memiliki pembaca terbanyak. Dari data Alexa yang merupakan situs resmi yang menentukan trafik sebuah website, memposisikan Detik.com diperingkat ke tujuh di Indonesia setelah Google.com, Facebook.com, Blogspot.com, Youtube.com, Google.co.id, dan Yahoo.com. sedangkan untuk portal media online nasional, Detik.com menduduki posisi pertama. (http://www.alexa.com/topsites/countries/ID diakses 4 Mei 2013).
Dari data tersebut, jelas tentunya Detik.com memiliki pembaca terbanyak di Indonesia. Posisi ini sejak lama telah diraih oleh Detik.com, meski media online lain terus tumbuh, Detik.com belum ada yang dapat mengalahkan, Kompas.com misalnya, berada dirangking ke 12, lalu Vivanews.com dan media online lainnya berada jauh di bawah Detik.com.

CONTOH PROPOSAL TESIS KUALITATIF: STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DETIK.COM DALAM PERSAINGAN BISNIS MEDIA ONLINE DI INDONESIA (Studi Kasus pada Media Online Detik.com)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Penelitian
Perkembangan di ranah media massa terus meluas, dengan diiringi persaingan yang kian ketat pula. Persaingan media massa ini, selain media cetak dengan media cetak, media elektronik  pun (radio dan televisi) serta media online, juga melakukan persaingan. Namun, persaingan pada media online nasional terutama Detik.com cukup ketat dengan media-media online lainnya, seperti Okezone.com, Inilah.com, Vivanews.com, Kompas.com, Tempointeraktif.com, dan masih banyak yang lainnya.
Dari banyaknya media online tersebut, Detik.com tetap memiliki pembaca terbanyak. Dari data Alexa yang merupakan situs resmi yang menentukan trafik sebuah website, memposisikan Detik.com diperingkat ke tujuh di Indonesia setelah Google.com, Facebook.com, Blogspot.com, Youtube.com, Google.co.id, dan Yahoo.com. sedangkan untuk portal media online nasional, Detik.com menduduki posisi pertama. (http://www.alexa.com/topsites/countries/ID diakses 4 Mei 2013). (PROPOSAL LENGKAP >>KLIK<< )

Saturday, December 14, 2013

Bebas Berekspresi, Tapi Terancam Dibui

sumber foto: www.gosipgarut.com


(pernah dimuat di Majalah Cyber)
Mulutmu harimaumu. Agaknya peribahasa ini cocok untuk menggambarkan maraknya perang para selebriti yang terjadi di dunia maya. Artis ini berkomentar jelek tentang si artis lain di media sosialnya. Perang komentar pun ramai, belum lagi jika para fans-nya sudah ikut nimbrung. Kondisi makin runyam, akhirnya saat bertemu di dunia nyata, kedua artis tak pernah bertegur sapa.
Berkomentar atau beropini di dunia maya memang hak asasi, terlebih di media sosial masing-masing. Namun, kebebasan berekspresi di dunia maya pun bisa berakibat fatal karena dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Lantas, kebebasan berekspresi seperti apakah yang dapat dipidanakan?

Tuesday, October 29, 2013

Komunikasi Verbal

Oleh: Mulyadi Saputra

sumber foto: definisimu.blogspot.com
Istilah verbal dalam kamus bahasa indonesia adalah lisan, maksudnya komunikasi dilakukan antara pembicara dan pendengar hanya menggunakan lisan saja. Mahmud Machfoedz mengungkapkan bahwa komunikasi verbal ialah ”Komunikasi yang dilakukan secara lisan melalui suatu percakapan”.

Dalam komunikasi cukup dikenal istilah verbal dan non verbal sebagai bentuk dari pesan yang disampaikan. Kedua istilah ini cukup familiar sehingga hampir dalam setiap buku yang mengulas tentang komunikasi, selalu menyertakan kalimat verbal dan non verbal. Kedua istilah ini erat kaitannya dengan proses penyampaian pesan, yakni dengan bahasa tanda atau bahasa tutur. Berikut akan dipaparkan mengenai bahasa verbal melalui preafektif buku Joseph A. Devito.>>MAKALAH LENGKAP DOWLOAD DISINI<<