Monday, February 16, 2015

Penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam Proses Pengelolaan Media Internal


 Oleh: Mulyadi Saputra
Media internal perusahaan merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi dari suatu organisasi atau perusahaan kepada masyarakat luas. Media internal ini sudah dikenal cukup lama di Indonesia, sehingga tak sedikit perusahaan mengaplikasikan strategi publikasi melalui media internal tersebut.

Independensi Konsultan Sebagai Pendamping Perusahan



Oleh: Mulyadi Saputra
Beberapa tahun terakhir konsultan atau jasa konsultasi begitu banyak berkembang di dunia. Tak luput pula konsultan pada bidang komunikasi, seperti publik relation/hubungan masyarakat, komunikasi dan lainnya. Jasa konsultan merupakan pemberian advice (petunjuk, pertimbangan, atau nasihat) profesional dalam suatu bidang usaha, kegiatan, atau pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga ahli atau perkumpulan tenaga ahli, yang tidak disertai dengan keterlibatan langsung para tenaga ahli tersebut dalam pelaksanaannya.

Friday, January 30, 2015

Tesis Komunikasi: INDEPENDENSI KONSULTAN “DINAMIKA KOMUNIKA” DALAM PENDAMPINGAN HUMAS PERUSAHAAN



ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan Konsultan “Dinamika Komunika” memfokuskan bidang kerjanya dalam lingkup media kehumasan. Kemudian, untuk mengetahui independensi Konsultan “Dinamika Komunika” dalam proses pengelolaan dan pembuatan media internal perusahaan. Serta, untuk mengetahui independensi Konsultan “Dinamika Komunika” dalam pendampingan Humas perusahaan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer di dapat melalui wawancara mendalam serta observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui surat kabar online, artikel online, dan hasil penelitian para akademisi. >>TESIS LENGKAP KLIK DISINI<<

Thursday, February 27, 2014

Etos Kerja dan Karakteristik Budaya Bisnis Jerman





Etos Kerja Bangsa Jerman
Dalam hal etos kerja negara yang duabelas tahun periode Adolf Hitler merupakan aib bagi bangsa Jerman yang sebelumnya dikenal sebagai negara yang telah melahirkan filsuf-filsuf besar, penulis, komposer, dan ilmuwan setara Albert Einstein. Sisi gelap itu terus membayangi bangsa ini, hingga kini.
”Mungkin akan sulit bagi orang asing untuk mengerti betapa beban masa lalu itu telah memengaruhi bangsa Jerman di segala hal,” kata Klaus Liedtke, Pemimpin Redaksi National Geographic Jerman, yang dilahirkan pada tahun 1944. ”Selama 20 tahun pertama setelah perang berakhir, kami selalu dihadapkan dan diingatkan pada rasa bersalah itu dan kami tidak bisa hidup normal,” katanya. ”Tahun-tahun kehidupan awal saya sangat berat. Saya selalu merasa malu dengan negara saya. Dan di sekolah semua keburukan ini diajarkan dan ditanamkan.

Thursday, February 6, 2014

Komunikasi Bisnis Di Tengah Keragaman Budaya



Foto dari: prabowo-womanizer.blogspot.com


Latar Belakang
Bangsa Indonesia sebagai bangsa multikultur terdiri dari berbagai masyarakat yang memiliki banyak suku dan etnik. Banyaknya suku dan etnik dapat menimbulkan stereotip antaretnik. Stereotip antaretnik yang mendekati realitas sering merupakan ekspresi rasa kesukubangsaan, namun di sisi lain stereotip yang tidak sesuai dengan realitas etnik tertentu dapat menjadi bumerang dan kesalahpahaman hubungan antaretnik.