Pendekatan ini disebut Obyektif atau sering disebut pendekatan
kuantitatif. Pendekatan ini sering dikatakan sebagai pendekatan ilmiah yang sistematis terhadap
bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya berdasarkan pandangan bahwa objek-objek,
perilaku-perilaku dan peristiwa-peristiwa eksis di suatu dunia yang dapat
diamati oleh pancaindra (penglihatan, pendengaran, peraba, perasa, dan pembau),
dapat dikur dan diramalkan.
Pendekatan Objektif memandang
bahwa kebenaran dapat ditemukan, jika seseorang dapat menyingkirkan campur
tangan manusia ketika melakukan penelitian, dalam arti lain mengambil jarak
dari objek yang diteliti, karena pendekatan ini lebih sistematis, terkontrol,
empiris mengenai hubungan yang diasumsikan di antara