Monday, February 16, 2015

Fungsi Humas yang Harus Diterapkan Oleh Konsultan


Oleh: Mulyadi Saputra

Keberadaan Hubungan Masyarakat (Humas) pada suatu organisasi atau perusahaan biasanya diketahui dari adanya bagian atau departemen Humas. Di berbagai perusahaan di Indonesia penggunaan istilah Public Relations adalah sama banyaknya dengan Humas. Pada umumnya, lembaga atau organisasi pemerintah masih menggunakan istilah Humas, sementara perusahaan swasta lebih senang menggunakan istilah public relations.
Jika melihat secara definisi, dalam bahasa Indonesia Public Relations (PR) diterjemahkan menjadi Hubungan Masyarakat (Humas), dan beberapa pakar sepakat mengenai kedua hal tersebut, baik PR maupun Humas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti memberikan pengertian Public Relations (PR) sama dengan Hubungan Masyarakat (Humas).

International Public Relations Associations (IPRA) mendefinisikan Humas sebagai fungsi manajemen terencana dan kontinyu melalui organisasi dan lembaga swasta atau negara untuk memperoleh pengertian, simpati dan dukungan dari orang-orang yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini publik di antara mereka (Elvinarto, 2011:10).
Menurut Denny Griswold:
Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mempelajari kebijakan dan prosedur individual atau organisasi sesuai dengan kepentingan publik, dan menjalankan program untuk mendapatkan pemahaman dan penerimaan publik (Novan,2011:33).

Menurut Edward L. Bernays:
Humas memiliki tiga arti: (1) penerangan kepada publik, (2) persuasi kepada publik untuk mengubah sikap dan tingkah laku publik, (3) upaya untuk menyatukan sikap dan perilaku suatu lembaga (Elvinarto, 2011:10).

Menurut Doug Newsom dan Alan Scott, dalam This is PR, edisi ketiga:
Humas adalah tanggung jawab dan sikap tanggap dalam kebijakan dan informasi demi kepentingan utama lembaga bersangkutan dan masyarakatnya (Elvinarto, 2011:12).

            Menurut Frank Jefkins:
Sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yangterencana, baik itu ke dalam maupun ke luar antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Morissan, 2008:8).
           
            Dari pendapat-pendapat tersebut Peneliti menyimpulkan bahwa Humas merupakan sebuah profesi yang mengelola komunikasi untuk membangun hubungan baik antara lembaga atau organisasi baik perusahaan profit maupun non profit dengan publiknya. Dalam hal ini masyarakat merupakan sasaran utama Humas karena memiliki peranan menentukan kelangsungan hidup sebuah lembaga.
   Sedangkan Humas Perusahaan, menurut Suhandang (2004: 163) secara institusional, suatu perusahaan merupakan lembaga di mana terdapat kelompok orang yang secara tertentu melakukan kegiatan-kegiatan usaha. Kelompok orang-orang yang terdiri atas golongan-golongan:
  1. Adminidtrator, yaitu orang-orang yang menentukan dan mempertahankan tujuan perusahaannya, atau mereka yang menentukan policy (kebijaksanaan) perusahaan.
  2. Manajer, yaitu mereka yang memimpin langsung kerja ke arah tercapainya cita-cita perushaan secara konkrit.
  3. Tenaga staf, yaitu orang-orang yang membantu, baik administrator maupun manajer. Pada umumnya mereka terdiri dari para ahli dalam segala bidang terkait dengan usaha perusahaannya. Seperti ahli keuangan, ahli teknik, ahli kimia, dan sebagainya.
  4. Pegawai (karyawan), yaitu mereka yang melaksanakan pekerjaan lapangan sesuai dengan bidang usaha yang diperlukan perusahaannya, baik yang bersifat administratif, teknik, atau pun pekerjaan kasar.
Sehingga, hal tersebut sangat berkaitan dengan tingkat kemajuan perusahaan. Bahkan, ada yang berpendapat, suksesnya suatu perusahaan tidak terlepas dari tingkat profesionalisme pengelolaanya. Memiliki citra perusahaan yang positif menjadi salah satu upaya dalam menarik perhatian publik.
Menurut Bill Canton dalam Sukatendel (1990) yang dikutip oleh Soemirat dalam ‘Dasar-dasar Public Relation’ (2012: 111) mengatakan bahwa citra adalah “image: the impression, the feeling, the conception wich the public has of company; a concioussly created impression of an object, person or organization”(Citra adalah perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi).
Oleh sebab itu, citra itu dengan sengaja perlu diciptakan agar bernilai positif. Dengan demikian, di sinilah humas berperan penting. Sukatendel menawarkan definisinya, yaitu Humas adalah salah satu metode komunikasi untuk menciptakan citra positif dari mitra organisasi atas dasar menghormati kepentingan bersama (PR is one of the communication methods to create a positive image by the publics of an organization on the basis of honoring mutual interest), (Soemirat, 2012: 112).
Adapun secara organisatoris, humas merupakan bagian yang ikut menggerakan roda manajemen perusahaannya ke arah sasaran dan tujuan perusahaannya itu. Dengan kata lain, humas merupakan salah satu aparat dari perusahaan itu. Humas juga harus mampu melaksanakan pekerjaannya yang mencakup bidang kerja:
  1. Marketing atau memasarkan hasil produksi perusahaanya.
  2. Publishing atau memberikan penerangan dan keterangan mengenai hal yang ada hubungannya dengan kegiatan perusahaannya.
  3. Dokumentasi atau menghimpun data dan fakta yang erat hubungannya dengan kegiatan perusahaan, bak berupa hasil perusahaan yang telah dicapai maupun bahan-bahan lainnya yang diperlukan bagi kemajuan perusahaan itu, (Suhandang, 2004: 164).
Jika disimpulkan, maka Humas perusahaan memiliki peran sebagai saluran informasi dari perusahaan kepada publik, juga dari publik kepada perusahaan. Baik publik internal perusahaan maupun publik eksternal. Hal tersebut dikarenakan, Humas adalah jembatan penghubung yang menerjemahkan bahasa pimpinan perusahaan ke dalam bahasa publik (masyarakat). Begitu pula sebaliknya, sehingga terjadi suatu pengertian yang dapat memperlancar jalannya perusahaan dalam hal mencapai tujuannya di tengah-tengah masyarakat.
Dengan kata lain, humas merupakan interpreter yang menerjemahkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan ke dalam bahasa publik yang mencakup bahasa operatif bagi publik intern serta bahasa masyarakat bagi publik ekstern, begitu pula sebaliknya (Suhandang, 2004: 173).

No comments:

Post a Comment