Monday, February 16, 2015

Kerangka Konsep Hubungan Antara Humas dan Jurnalistik



Oleh: Mulyadi Saputra
Sebelum membahas tentang bidang keilmuan Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) dan Junalistik, maka terlebih dahulu mengetahui, bahwa Humas dan Jurnalistik merupakan bagian dari metode komunikasi. Komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu comunis, yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar katanya communis adalah communico yang artinya berbagi (Stuart,1983 dalam Vardiansyah, 2004 : 3). Literatur lain mengatakan komunikasi berasal dari kata communication atau communicare yang berarti membuat sama (to make common).

Wilbur Schramm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Schramm menguraikannya sebagai berikut:
Komunikasi berasal dari kata-kata (bahasa) Latin communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonnes) dengan seseorang. Yaitu kita berusaha berbagai informasi, ide atau sikap. Seperti dalam uraian ini, misalnya saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian (pemahaman) yang sama terhadap pesan tertentu (Suprapto, 2006 : 2-3).

Kini Ilmu komunikasi terus berkembang, hingga menghasilkan beragam ilmu yang merupakan turunan ilmu komunikasi. Menurut Effendy dalam bukunya yang berjudul Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (2006:7-8), menjabarkan, ada lima metode dalam komunikasi.
1)      Jurnalistik (journalism)
·         jurnalistik cetak (printed journalism)
·         jurnalistik elektronik (electronic journalism)
2)      Hubungan masyarakat (public relations)
3)      Periklanan (advertising)
4)      Pameran (exhibition / exposition)
5)      Publisitas (publicity)
6)      Propaganda
7)      Perang urat saraf (psychological warfare)
8)      Penerangan
Dari penjabaran tersebut, Jurnalistik dan Humas merupakan objek studi dari ilmu komunikasi, yang memiliki peran, fungsi dan ruang lingkup pada bidang komunikasi. Hal tersebut dikarenakan kegiatan Humas pada hakikatnya adalah kegiatan komunikasi yang bersifat mempengaruhi dan menciptakan citra pada suatu organisasi (Effendy, 2006:132-133). Sedangkan Jurnalistik merupakan kegiatan penyebaran informasi kepada khalayak luas (Sumadiria, 2005:3).
Komunikasi sendiri merupakan fitrah manusia, menurut Saefullah, (2007:67), manusia menjadikan komunikasi sebagai alat untuk mengetahui sesuatu, sebagaimana dalam ayat Al-Quran (Ar-Rahman: 1-4) yang mengajarkan manusia untuk pandai berbicara (al-Bayan) yang ditafsirkan sebagai kemampuan berkomunikasi.
Ilmu Komunikasi terus berkembang berkembang, munculnya bidang PR/Humas dalam perusahaan yang kini semakin memasyarakat, rupanya telah mendapat tempat dalam kegiatan bisnis modern. Untuk itu, PR berupaya untuk meraih dukungan publik dengan cara mencari dan memberi informasi agar perusahaan tetap berjalan dengan baik.
Salah satu kegiatan PR dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk memperoleh dukungan dan kepercayaan publik adalah kegiatan Hubungan Pers (Press Relations/Media Relations) yakni membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media cetak (surat kabar/majalah) dan media elektronik (tv/radio). Kaitan PR dengan pers/media massa harus tetap erat, karena PR tidak dapat meninggalkan pers sebagai sarana informasi publikasi PR, sebaliknya pers membutuhkan informasi resmi, akurat, dan lengkap, biasanya di dapatkan dari PR. Jadi, ada semacam pertalian yang bersifat simbiosis. (Soemirat, 2012: 121-124). Dengan demikian, penting bagi PR untuk membina hubungan baik dengan pers agar mendapat kemudahan dalam menyampaikan informasi.
Menurut Soemirat  (2012: 128-129) dalam upaya membina hubungan pers, maka PR akan melakukan berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan pers antara lain:
1.      Konferensi pers, temu pers atau jumpa pers yaitu diberikan secara simultan/berbarengan oleh seseorang pejabat pemerintah atau swasta kepada sekelompok wartawan, bahkan bisa ratusan wartawan sekaligus.
2.      Press Brefing yaitu diselenggarakan secara reguler oleh seorang pejabat PR. Dalam kegiatan ini disampaikan informasi-informasi mengenai kegiatan yang baru terjadi kepada pers, juga diadakan tanggapan atau pertanyaan bila wartawan belum puas dan menginginkan keterangan lebih rinci.
3.      Press tour yaitu diselenggarakan oleh suatu perusahaan atau lembaga untuk mengunjungi daerah tertentu dan mereka pun (pers) diajak menikmati objek wisata yang menarik.
4.      Press Release atau siaran pers sebagai publisitas yaitu media yang banyakdigunakan dalam kegiatan kehumasan karena dapat menyebarkan berita. Istilah Press Release mempunyai pengertian yang luas, tidak hanya berkenaan dengan media cetak (surat kabar dan majalah), tetapi mencakup media elektronik (radio dan televisi).
5.      Special Event yaitu peristiwa khusus sebagai suatu kegiatan PR yang penting dan memuaskan banyak orang untuk ikut serta dalam suatu kesempatan, mampu meningkatkan pengetahuan dan memenuhi selera publik. Seperti peresmian gedung, peringatan ulang tahun perusahaan. Kegiatan ini biasanya mengundang pers untuk meliputnya.
6.      Press Luncheon yaitu pejabat PR mengadakan jamuan makan siang bagi para wakil media massa/wartawan, sehingga pada kesempatan ini pihak pers bis bertemu dengan top manajemen perusahaan/lembaga guna mendengarkan perkembangan perusahaan/lembaga tersebut.
7.      Wawancara Pers yaitu sifatnya lebih pribadi, lebih individual. PR atau top manajemen yang diwawancarai hanya berhadapan dengan wartawan yang bersangkutan. Meskipun misalnya,pejabat sesuai meresmikan suatu acara diwawancarai banyak wartawan, bahkan diliput televisi dan radio, tetap saja wawancara itu bersifat individual, hanya dua orang saja, wartawan yang mewawancarai dan orang yang bersangkutan yang diwawancarai. Setiap wartawan yang mewawancarai mempunyai pertanyaan khusus yang diinginkan oleh medianya, kendati secara bersamaan mewawancarai pejabat atau tokoh tersebut.
Dalam kaitannya dengan Jurnalistik sebenarnya cukup jelas, sebagaimana yang dipaparkan di atas bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Humas Perusahaan, cukup berkaitan dengan kinerja Jurnalistik secara umum. Selain itu, dalam hal publisitas, Humas juga tak bisa mengelak dari ketentuan-ketentuan yang ada pada bidang media serta Jurnalistik.
Lalu, jika melihat dari segi fungsi media sendiri, secara umum seperti dikemukakan oleh Sudarman (2008:7-9) dalam bukunya Menulis di Media Massa, di antaranya:
a.       Menginformasikan (to inform)
b.      Mendidik (to educate)
c.       Menghibur (to entertaint)
d.      Memengaruhi (to influence)
e.       Memberikan respon sosial(to social responsibility)
f.       Penghubung (to linkage)
Fungsi pertama yaitu to inform atau menginformasikan, yakni menginformasikan peristiwa atau hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat. To educate, media massa dapat mentransfer ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan intelektual masyarakat. To entertaint, yakni media massa dapat memberikan hiburan atau rasa senang terhadap khalayak. To influence, media dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap masyarakat, baik pengaruh yang bersifat pengetahuan, perasaan maupun tingkah laku. To social responsibility, dengan adanya media massa maka kita bisa memberikan respon terhadap fenomena sosial yang terjadi. Terakhir, to linkage atau penghubung, di mana media massa dapat menghubungkan antarkelompok, antarwilayah, propinsi, bahkan di belahan dunia sekali pun.
Dalam buku Sejarah Sosial Media yang ditulis oleh Asa Briggs dan Peter Burke, bahwa fungsi media dari awal berdirinya adalah sebagai Informasi, pendidikan dan hiburan. Bahkan jauh sebelum masuk pada masa yang diberi istilan “Masyarakat Informasi” dan “Teknologi Informasi” pada abad 17 dan 18 silam, sudah begitu menyadari ketiga fungsi tersebut. Meski dipahami sebagai kecerdasan dan pendidikan sebagai pelajaran dan hiburan sebagai rekreasi, (Briggs, 2006:230).
Pada kesimpulannya, kegiatan serta kaidah-kaidah yang ada pada ranah Humas dan Jurnalitik memang saling berkaitan. Humas yang membutuhkan Jurnalistik, begitupula sebaliknya.




No comments:

Post a Comment