Thursday, March 21, 2013

Pengertian Teori Hirarki Pengaruh Isi Media

Sumber ilustrasi: mayichi.blogspot.com

Teori hirarki pengaruh isi media (Theories of influences on Mass Media Content) diperkenalkan oleh Pamela J Shoemaker dan Stephen D. Reese. Teori ini menjelaskan tentang pengaruh terhadap isi media pada suatu pemberitaan, baik dari pengaruh internal dan maupun eksternal. Shoemaker dan Reese membagi kepada beberapa level pengaruh isi media. Yaitu pengaruh dari individu pekerja media ( individual level), pengaruh dari rutinitas media (media routines level), pengaruh dari organisasi media ( organizational level), pengaruh dari luar media (outside media level), dan yang terakhir adalah pengaruh ideologi (ideology level).(Shoemaker, 1996:60).  MAKALAH LENGKAP "KLIK DISINI"
 
Dalam skripsi Sa'diyah, (2012) juga memaparkan, bahwa untuk menilai media pengaruhnya dari sisi ini, maka teori hirarki pengaruh isi media merupakan teori yang tepat. Untuk bahwa kajian tentang isi media massa harus didasarkan asumsi bahwa is pesan media bukanlah cerminan realitas masyarakat. Akan tetapi, selalu ada faktor – faktor yang mempengaruhi isi media tersebut.
Asumsi dari teori hirarki pengaruh isi media adalah bagaimana isi pesan media yang disampaikan kepada khalayak adalah hasil pengaruh dari kebijakan internal organisasi media dan pengaruh dari eksternal media itu sendiri. Pengaruh internal pada konten media sebenarnya berhubungan dengan kepentingan dari pemilik media, individu wartawan sebagai pencari berita, rutinitas organisasi media. Sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh pada konten media berhubungan dengan para pengiklan, pemerintah masyarakat dan faktor eksternal lainnya.
Reese, (1991) mengemukakan bahwa isi pesan media atau agenda media merupakan hasil tekanan yang berasal dari dalam dan luar organisasi media. Dengan kata lain, isi atau konten media merupakan kombinasi dari program internal, keputusan manajerial dan editorial, serta pengaruh eksternal yang berasal dari sumber-sumber nonmedia, seperti individu-individu berpengaruh secara sosial, pejabat pemerintah, pemasang iklan dan sebagainya.
Dari teori ini akan terlihat seberapa kuat pengaruh yang terjadi pada tiap-tiap level. Walaupun level organisasi media atau faktor kepemilikan sebuah media, tapi tak akan bisa mengesampingkan faktor yang lainnya karena saling terkait satu dengan yang lainnya. Contohnya pengaruh level ideologi yang terjadi pada sebuah isi sebuah media, walaupun dianggap abstrak tapi sangat mempengaruhi sebuah media karena brsifat tidak memaksa dan bergerak di luar kesadaran keseluruhan organisasi media itu sendiri.

No comments:

Post a Comment