Sunday, January 27, 2013

Pentingnya Komunikasi Massa dan Media Massa

Sumber foto: muslimpoliticians.blogspot.com

Komunikasi dianggap penting karena mencakup semua aspek kehidupan, hal ini dikatakan oleh Onong Uchjana Effendy dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (2006:9) sebagai berikut:
Pentingnya komunikasi bagi kehidupan sosial, budaya, pendidikan, dan politik telah disadari oleh para cendekiawan sejak Aristoteles yang hidup ratusan tahun sebelum masehi.
    
            Sedangkan komunikasi massa sendiri tidak kalah penting dalam proses kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari fungsi dan tujuan komunikasi massa dan media massa yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Harold D. Lasswell, mengemukakan seperti yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy (2006:26) bahwa fungsi komunikasi
ada tiga yaitu:
a.       Pengamatan terhadap lingkungan (the surveillance of the evironment),
b.      Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menghadapi lingkungan (correlation of the components of society in making a response to the environment), dan
c.       Penyebaran warisan sosial (transmission of the social inheritance).
Demikian pula Haris Sumadiria menjelaskan dalam bukunya Jurnalistik Indonesia (2006:32), ada lima fungsi yang berlaku secara universal untuk Negara demokrasi yaitu:
1.      Informasi (to inform)
2.      Edukasi (to educate)
3.      Koreksi (to influence)
4.      Reaksi (to entertain)
5.      Mediasi (to mediate)
Fungsi pertama yaitu to inform atau menyampaikan informasi secepatnya kepada masyarakat luas. To educate, media harus berperan sebagai kerangka mendidik, muatan-muatan dalam media massa harus mengandung pendidikan bagi masyarakat. Koreksi atau to influence, media massa harus dapat mengoreksi, mengawasi atau mengontrol sistem kekuasan disebuah negara. Begitu pula dengan fungsi to entertain, media massa harus dapat menghibur masyarakat. Sedangkan fungsi to mediasi atau penghubung, yang akan menghubungkan antarkelompok, antarwilayah, propinsi, bahkan belahan dunia menjadi terhubung.
 Literature lain masih banyak memaparkan tentang fungsi komunikasi namun, paparan tersebut ada beberapa mengandung unsur kemiripan. Dapat disimpulkan oleh Onong Uchjaya Effendy (2006:31) bahwa ada empat fungsi komunikasi atau komunikasi massa yaitu:
1.      Menyampaikan informasi (to inform),
2.      Mendidik (to educate),
3.      Menghibur (to entertain), dan
4.      Mempengaruhi (to influence).
Dari empat fungsi tersebut dapat dilihat betapa pentingnya komunikasi massa dalam kehidupan yang mencakup informasi, pendidikan, hiburan, pengaruh. Masyarakat akan begitu terpojok ketika tidak mendapatkan informasi apapun disetiap harinya. Apalagi masalah pendidikan yang kerap menjadi tolak ukur pertama dalam mengoreksi seseorang. Hiburan dan pengaruh yang begitu penting dalam propaganda dan lainnya.
Pentingnya komunikasi massa dan media massa dapat dilihat pula dari tujuan komunikasi. Dari tujuan dapat terlihat seberapa berpengaruhkah komunikasi dalam kehidupan masyarakat luas. Tujuan komunikasi massa atau media massa secara umum yaitu:
a.       Mengubah sikap (to change the attitude).
b.      Mengubah opini/pendapat/pandangan (to change the opinion).
c.       Mengubah prilaku (to change the behavior).
d.      Mengubah masyarakat (to change the society) (Effendy, 1993:55).
Bahkan Dida Dirgantara, menganggap media masa juga telah mengambil alih peran sekolah, orang tua, agama dan lainnya. Hal ini terlihat dari fungsi media massa sebagai pengantar (pembawa) bagi segenap pengetahuan. Jadi, media massa juga memainkan peran institusi lainnya. Media massa menyelenggarakan kegiatannya dalam lingkup publik. Media massa dapat dijangkau oleh segenap anggota masyarakat secara bebas, sukarela, umum dan murah (dalam Jurnal Observasi Vol. 5, 2007:18). 
Maka jelas sudah  pentingnya media massa dalam kehidupan, karena media massa akan masuk ke dalam seluruh ranah kehidupan manusia, secara langsung ataupun tidak langsung terdapat efek-efek yang ditimbulkan oleh komunikasi massa.

Daftar Pustaka

Buku dan Skripsi

Abdurahman, 2007. Kiat Sukses Menjadi Jurnalis. Bandung: CV.Madany.
Agustina, Dinny Widya. 2001. Karakteristik Polling Tempo Interaktif. Skripsi. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Arikhunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Briggs, Asa dan Peter Burke. 2006. Sejarah Sosial Media: Dari Gututenberg Sampai Internet. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Effendi, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
____________________­. 2006. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek.  Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Halim, Vini Winari. 2006. Media Online www.seskotni.mil.id Sebagai Media House Jurnal. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.
Hapsari, Desi Dwi. 2001. Media Suara Mahasiswa Online Sebagai Sumber Informasi Seputar Kampus Bagi Mahasiswa. Skripsi. Universitas Islam Bandung.
Hidayat, Taufik Surya. 2003. Analisa dan Perancangan Sistem Pengisian Formulir Rencana Studi Secara Online di Stimik Perbanas. Skripsi. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Computer Perbanas, Jakarta.
Muhtadi, Asep Saeful. 2008. Komunikasi Politik Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Oetama, Jakob. 1987. Perspektif Pers Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Rivki. 2009. Detikcom Dalam Kiprah Media Online. Laporan Magang. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Rakhmat, Jalaluddin.2007. Psikologi Komunikasi. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Saefullah, Ujang. 2007. Kapita Selkta Komunikasi: Pendekatan Budaya dan Agama. Bandung: Simbiosa Rektama Media.
Santana, Septiawan. 2005. Jurnalistik Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Severin, Werner J. dan James W. Tankard. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah, Merode, dan Terapan di Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudarman, Paryati. 2008. Menulis di Media Massa. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Suhandang, Kustadi. 2005. Periklanan: Manajemen, Kiat dan Strategi. Bandung: Nuansa.
_________________. 2004. Public Relations Perusahaan: Kajian, Program, Imlementasi. Bandung: Nuansa.
Suhirman, Iman. 2006. Menjadi Jurnalis Masa Depan. Bandung: Dimensi Publisher.
Sumadiria, Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature. Bandung: Simbiosa Rektama Media.
_______________.2004. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Penulis & Jurnalis Profisional.Bandung: Simbiosa Rektema Media.
Vivian, Jhon. 2008. Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedelapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Widyanti, Dini. 2004. Motif Pengguna Jasa dalam Memanfaatkan Media Internet. Skripsi. Universitas Islam Bandung.
Yunus, Syarifudin. 2010. Jurnalistik Terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.

Junal, Media, dan Internet

Darmawan, Ardi dan Adrianus Wisnu Kurniawan. 2007. Makalah: Internet: Faktor dan Perkembangannya. Universitas Indonesia.
Darsono, Budiono. 2002. Cybermedia: Seni Memadu Komunikasi, Telekomunikasi dan Teknologi. Artikel
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.

Deuze, Mark. 2001. Makalah. Journalisms Online.

Diakses 24 April 2010.
Dirgahayu, Dida. 2007. Citizen Jurnalism Sebagai Ruang Publik (Studi Literatur Untuk Menempatkan Citizen Jurnalism Berdasarkan Teori Jurnalistik dan Mainstream Media) dalam Jurnal Observasi  Vol.5, No.1, Th.2007. (hal, 11-31). Bandung: Simbiosa Rektama Media.

Jurnalisme Online: Karakteriktik media online. Pahami itu, pahami pula cara menulis beritanya.  (http://jurnalisme-makassar.blogspot.com.) Diakses pada 26-April-2010.

Habibi, Zaki. 2007. “Citizen Journalism”:Ketika Berita Tidak Hanya Memiliki Satu Muka dalam Jurnal Komunikasi Vol. 1 No.2 Th. 2007. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Haryati. 2007. Komunikasi di Era Digital, Paradigma Baru Bermedia dalam Jurnal Observasi: Mengamati Fenomena Citizen Journalism. Vol.5, No.1, Th.2007. (hal, 1-10). Bandung: Simbiosa Rektama Media.
Hendratmoko Taufik. 2009. Apakah Kehadiran Teknologi Internet Akan Mengeser Peran Manusia Sebagai Guru?.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.
Siregar, Amir Effendi. 2009. Akan Matikah Media Cetak?. Artikel. H.U. Kompas, Sabtu, 05 September 2009.
Sosiawan, Edwi Arief. Pengantar Ilmu Komunikasi. Modul Kuliah. (dalam http://edwi.dosen.upnyk.ac.id). Diakses 3-Juli-2010.
Sosiawan, Edwi Arief. 2000. Makalah: Kajian Internet Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Dan Massa. UPN  “Veteran” Yogyakarta.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.
Wiryana, I Made. 2000. Makalah Internet. Universitas Denpasar Bali.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.
Yudhapramesti, Pandan. 2007. Citizen Journalism Sebagai Media Pemberdayaan Warga dalam Jurnal Observasi: Mengamati Fenomena Citizen Journalism. Vol.5, No.1, Th.2007. (hal, 33-45). Bandung: Simbiosa Rektama Media.
Zabidina. Artikel. Mengenal Jurnalisme Online. (dalam http//:google.co.id/media+onlie/pdf.html). Diakses 1-Juli-2010.
http://detikbandung.com