Thursday, January 24, 2013

Perbedaan Media di Internet (Media Online) dan Media Lain (Cetak dan Elektronik)



Sumber: Budiono Darsono, dalam Makalah  yang berjudul Konten Inovatif, Bagaimana?
Dari web blog: (http//:budiono.blogdetik.com) diakses 25 Juli 2010.
 Oleh: Mulyadi Saputra

Media yang ada di internet yakni media-media yang terbit di dunia maya atau dunia virtual, yakni Media Online yang kini marak berkembang sebagai media massa depan. Dari sisi fungsi dan karakter, media yang terbit di internet ini cukup banyak perbedaaannya ketimbang media cetak dan elektronik. perbedaaan-perbedaan tersebut akan diulas secara singkat dan jelas pada paparan dibawaan ini.
Pebedaan yang signifikan anatara media yang terbit di internet dan media cetak atau elektronik  menurut Jhon Vivian (2008:270), yaitu terdapat pada feed back (umpan balik). Media internet dapat menerima umpan balik secepat mungkin atau setelah komunikan menerima pesan tersebut. Berbeda dengan media cetak atau internet yang harus tertunda beberapa saat.
Syarifudin Yunus (2010:27) mengutarakan perbedaan media Elektronik, media cetak dan media online  secara subtansial dapat dilihat berdasarkan pencarian, pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran berita yang dilakukan. Perbedaan tersebut diantaranya dalam filosofi penyajian berita, positioning  masing-masing jenis media, teknis pengelolaan, dan target
audiens (komunikan, pembaca, pendengar, pemirsa, user).
Dalam modul kuliah yang disajikan oleh Edwi Arief Sosiawan yang dipublikasi di http://www.edwi.dosen.upnyk.ac.id yang bertema Pengantar Ilmu Komunikasi terlihat jelas dari segi penggunaan diantaranya:
Pertama, penggunaan  internet sebagai medium untuk berkomunikasi menuntut penggunanya memiliki pengetahuan cara menggunakan software komputer secara umum dan  software aplikasi internet secara khusus. Disini berarti terdapat penggunaan dan pengembangan kognitif dari pengguna internet. Semula penggunaan media komunikasi klasik oleh pengguna bersifat pasif sedangkan penggunaan internet memaksakan penggunanya memiliki kemampuan intelegensi dalam menggunakan internet. Ini lama kelamaan akan membawa dampak kepada ketergantungan kesuksesan hidup pada penguasaan pengetahuan dan teknologi.
Kedua, komunikasi dalam internet memiliki konteks komunikasi massa tetapi juga membentuk komunikasi personal dalam jumlah banyak. Konteks komunikasi personal dalam jumlah banyak disini memiliki arti bahwa pengguna internet dalam melakukan komunikasi berhadapan dengan pengguna lain dalam jumlah banyak yang masing-masing berperan sebagai komunikator dan komunikan.
Ketiga, sifat dan bentuk pesan-pesan yang disampaikan melalui semua media komunikasi klasik, dimiliki oleh medium internet; artinya dalam internet pengiriman pesan menggunakan berbagai bentuk  seperti teks, grafis, video dan suara.
Keempat, pengiriman dan penerimaan serta umpan balik pesan yang disampaikan oleh komunikator dan komunikan relatif lebih cepat dengan penundaan jauh lebih singkat.
Kelima, dalam komunikasi melalui internet dimungkinkan terjadinya komunikasi antar berbagai personal yang rentang perbedaan baik secara sosiologis maupun budaya sangat berbeda. Komunikator maupun komunikan adalah person-person yang mungkin sekali berbeda bahasa, budaya, ras, bangsa latar belakang sosial ekonomi, pendidikan dan sebagainya.
Enam, dalam segi dokumentasi atau pengarsipan, media di internet lebih simple dan dapat dilihat kapanpun dan dimanapun (tidak terbatas ruang dan waktu), dan juga dapat mengulang berita atau informasi kapan saja. Tidak seperti televisi dan radio yang tidak berulang.
Sedangkan perbedaan karakteristik internet dengan media klasik dalam sistem dan operasional sebagai alat maupun medium komunikasi yaitu:
1.    Perbedaan  utama dan makro tersebut yaitu; internet adalah media berbasis komputer yang semula berawal dari media “tools” untuk menyimpan serta mengolah informasi data.
2.    Internet sebagai media komunikasi memiliki penawaran interaktif yang dinamis terhadap penggunanya/user, jauh melebihi penawaran interaktif pada media televisi dan radio (yang terbatas pada satu program dan isi materi acara). Bahkan internet memberikan penawaran pencarian informasi yang diinginkan melalui fasilitas query dan boelan dengan menggunakan kata kunci (keywords). Lebih jauh lagi media internet mampu mengurangi  pola komunikasi yang berwujud kontak langsung seperti surat menyurat ataupun wicara interpersonal dengan fasilitas electronic mail (e-mail) dan Internet Relay Chat (IRC).
3.    Media internet mampu menjadi pusat informasi dan sumber informasi yang tidak terbatas dan pada suatu institusi tetapi juga memberikan kesempatan pada  setiap user/individu untuk menjadi sumber/komunikator.
4.    Luas jangkauan dari media internet tentu saja melintas antarbenua, antarnegara, serta antarbudaya. Sehingga dengan demikian batasan-batasan dalam fisik dalam melakukan komunikasi semakin dinisbikan melalui internet, implikasi ini juga  memperjelas bahwa terdapat interaksi abstrak secara struktural.
5.    Fungsi internet sebagai media, selain sama dengan fungsi media lain, media internet memiliki penawaran untuk pengembangan  bidang jasa maupun bisnis sebagai bagian gaya hidup. Beberapa produk yang tersedia dapat dirancang, dipilih dan dipesan hanya melalui fasilitas E-commerce dan net-worked intelligence. Dalam bidang jasa memungkinkan orang bekerja dimana saja tanpa memerlukan tempat yang riil seperti lazimnya, yang membawa pada embrio fenomena virtual (maya) dalam segala aspek lalu-lintas barang dan jasa (Ancok, 2000 : 2).
6.    Perbedaan yang terakhir dari lateral sebagai media lebih menonjolkan superior media internet sebagai media yang “beraneka rupa” (mulfaceted ) yang berisi banyak perbedaan konfigurasi proses komunikasi pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki (Sosiawan, dalam http://edwi.dosen.upnyk.ac.id).
Bagan:
Perbedaan bentuk dan sifat pesan medium internet 
  dibanding media komunikasi klasik

Sumber:
Edwi Arief Sosiawan dalam makalah Kajian Internet Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Dan Massa.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl)   

            Dalam bagan tersebut terlihat jelas bahwa perbedaan yang signifikan seperti yang dikatakan oleh Jhon Vivian di atas yaitu feed back dari perbedaan media tersebut. Media internet feed back bisa dikatakan langsung atau cepat sedangkan media elektronik dan cetak akan tertunda. Selain itu perbedaan yang besar terjadi yaitu pada penggabungan dari semua media ada dalam internet. Seperti video, audio, foto, teks, dan lainnya yang biasa disajikan dalam suatu media terpisah (audio: radio, video dan audio: televisi, taks dan foto: media cetak) kini menjadi satu dalam internet.
 
DAFTAR PUSTAKA

Buku dan Skripsi

Abdurahman, 2007. Kiat Sukses Menjadi Jurnalis. Bandung: CV.Madany.
Agustina, Dinny Widya. 2001. Karakteristik Polling Tempo Interaktif. Skripsi. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Arikhunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Briggs, Asa dan Peter Burke. 2006. Sejarah Sosial Media: Dari Gututenberg Sampai Internet. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Effendi, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
____________________­. 2006. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek.  Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Halim, Vini Winari. 2006. Media Online www.seskotni.mil.id Sebagai Media House Jurnal. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.
Hapsari, Desi Dwi. 2001. Media Suara Mahasiswa Online Sebagai Sumber Informasi Seputar Kampus Bagi Mahasiswa. Skripsi. Universitas Islam Bandung.
Hidayat, Taufik Surya. 2003. Analisa dan Perancangan Sistem Pengisian Formulir Rencana Studi Secara Online di Stimik Perbanas. Skripsi. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Computer Perbanas, Jakarta.
Muhtadi, Asep Saeful. 2008. Komunikasi Politik Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Oetama, Jakob. 1987. Perspektif Pers Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Rivki. 2009. Detikcom Dalam Kiprah Media Online. Laporan Magang. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Rakhmat, Jalaluddin.2007. Psikologi Komunikasi. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Saefullah, Ujang. 2007. Kapita Selkta Komunikasi: Pendekatan Budaya dan Agama. Bandung: Simbiosa Rektama Media.
Santana, Septiawan. 2005. Jurnalistik Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Severin, Werner J. dan James W. Tankard. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah, Merode, dan Terapan di Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudarman, Paryati. 2008. Menulis di Media Massa. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Suhandang, Kustadi. 2005. Periklanan: Manajemen, Kiat dan Strategi. Bandung: Nuansa.
_________________. 2004. Public Relations Perusahaan: Kajian, Program, Imlementasi. Bandung: Nuansa.

Suhirman, Iman. 2006. Menjadi Jurnalis Masa Depan. Bandung: Dimensi Publisher.
Sumadiria, Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature. Bandung: Simbiosa Rektama Media.
_______________.2004. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Penulis & Jurnalis Profisional.Bandung: Simbiosa Rektema Media.
Vivian, Jhon. 2008. Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedelapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Widyanti, Dini. 2004. Motif Pengguna Jasa dalam Memanfaatkan Media Internet. Skripsi. Universitas Islam Bandung.
Yunus, Syarifudin. 2010. Jurnalistik Terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.

Junal, Media, dan Internet

Darmawan, Ardi dan Adrianus Wisnu Kurniawan. 2007. Makalah: Internet: Faktor dan Perkembangannya. Universitas Indonesia.
Darsono, Budiono. 2002. Cybermedia: Seni Memadu Komunikasi, Telekomunikasi dan Teknologi. Artikel
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.

Deuze, Mark. 2001. Makalah. Journalisms Online.

Diakses 24 April 2010.
Dirgahayu, Dida. 2007. Citizen Jurnalism Sebagai Ruang Publik (Studi Literatur Untuk Menempatkan Citizen Jurnalism Berdasarkan Teori Jurnalistik dan Mainstream Media) dalam Jurnal Observasi  Vol.5, No.1, Th.2007. (hal, 11-31). Bandung: Simbiosa Rektama Media.

Jurnalisme Online: Karakteriktik media online. Pahami itu, pahami pula cara menulis beritanya.  (http://jurnalisme-makassar.blogspot.com.) Diakses pada 26-April-2010.

Habibi, Zaki. 2007. “Citizen Journalism”:Ketika Berita Tidak Hanya Memiliki Satu Muka dalam Jurnal Komunikasi Vol. 1 No.2 Th. 2007. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Haryati. 2007. Komunikasi di Era Digital, Paradigma Baru Bermedia dalam Jurnal Observasi: Mengamati Fenomena Citizen Journalism. Vol.5, No.1, Th.2007. (hal, 1-10). Bandung: Simbiosa Rektama Media.
Hendratmoko Taufik. 2009. Apakah Kehadiran Teknologi Internet Akan Mengeser Peran Manusia Sebagai Guru?.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.
Siregar, Amir Effendi. 2009. Akan Matikah Media Cetak?. Artikel. H.U. Kompas, Sabtu, 05 September 2009.
Sosiawan, Edwi Arief. Pengantar Ilmu Komunikasi. Modul Kuliah. (dalam http://edwi.dosen.upnyk.ac.id). Diakses 3-Juli-2010.
Sosiawan, Edwi Arief. 2000. Makalah: Kajian Internet Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Dan Massa. UPN  “Veteran” Yogyakarta.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.
Wiryana, I Made. 2000. Makalah Internet. Universitas Denpasar Bali.
(dalam http://www.google.co.id/search?as_q=teknologi+internet&hl). Diakses 25-Juni-2010.
Yudhapramesti, Pandan. 2007. Citizen Journalism Sebagai Media Pemberdayaan Warga dalam Jurnal Observasi: Mengamati Fenomena Citizen Journalism. Vol.5, No.1, Th.2007. (hal, 33-45). Bandung: Simbiosa Rektama Media.
Zabidina. Artikel. Mengenal Jurnalisme Online. (dalam http//:google.co.id/media+onlie/pdf.html). Diakses 1-Juli-2010.



No comments:

Post a Comment