Friday, April 5, 2013

Pengertian Ontologi


Ilustrasi dari : menarailmuku.blogspot.com
Istilah ontologi, secara bahasa berasal dari bahasa yunani, ontos dan logos. Ontos berarti sesuatu yang berwujud, sedangkan logos berarti ilmu atau teori. Dengan demikian secara bahasa ontologi dapat diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujud, tentang hakikat yang ada. Sedangkan yang dimaksud ontologi dalam pengertian terminologisnya adalah kajian tentang hakikat segala sesuatu atau realitas yang ada yang memiliki sifat universal, untuk memahami adanya eksistensi[1]MAKALAH LENGKAP DOWNLOAD "DISINI"

Ontologi : hakikat apa yang dikaji, penyelidikan prinsip-prinsip realita. Menurut Syam (1988) ontologi kadang-kadang disamakan dengan metafisika. Sebelum menyelidiki yang lain, manusia berusaha mengerti hakikat sesuatu. Dalam berinteraksi dengan alam semesta, manusia melahirkan berbagai pertanyaan  filosofis, di antaranya ; apakah sesungguhnya hakikat realita yang ada ini, apakah realita yang nampak ini suatu realitas materi saja, ataukah ada sesuatu dibalik realita itu, satu "rahasia" alam. Apakah wujud semesta ini bersifat tetap, kekal tanpa perubahan. Ataukah hakikat semesta ini adalah perubahan semata-mata. Apakah realita ini terbentuk satu unsur (monisme), dua unsur (dualisme), ataukah lebih dari dua unsur (pluralisme)[2].
Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “on” atau “ontos” artinya yang berada dan “logos” yang berarti ilmu pengetahuan atau ajaran. Dengan demikian secara etimologi, ontologi berarti ilmu pengetahuan atau ajaran tentang yang berada. Istilah ontologi dipopulerkan oleh Christian Wolff (1679-1714). Ontologi dipersamakan dengan istilah “metafisika”. Para ahli yang mempersamakan ontologi dengan metafisika adalah Nicolai Hartmann seorang ahli ontologi dan Gottfried Martin di dalam bukunya Allgemein Metaphysic[3].
Nina Syam (2010:92) memaparkan bahwa ontologi merupakan metafisika umum yang membicarakan tentang hal ‘ada’ (being). Metafisika sendiri berasal dari bahasa Yunani, meta dan taphisica, diartikan sebagai yang ada dibalik atau dibelakang benada-benda fisik. Aristoteles tidak menggunakan istilah metafisika melainkan proto philosophia (filsafat pertama).
Penulis dapat menyimpulkan bahwa ontologi yaitu merupakan suatu teori/ilmu yang mengkaji tentang wujud atau ‘ada’ dan asal mula hakikat suatu kehidupan di dunia yang bersifat realitas dengan melihat dari sisi belakang atau dibalik benda-benada fisik, serta ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality, baik yang berbentuk jasmani/konkret, maupun rohani/abstrak.
Namun, jika dilihat dari metafisika maka akan terbagi lagi menjadi metafisika umum dan khusus. untuk antologi yakni metafisika umum yang mengkajaji tetang hal ‘ada’.Sedangkan untuk metafisika khusus akan dibagi menjadi tiga bagian, yakni hakikat manusia dalam psikologi dan antropologi, hakikat alam semesta dalam kosmologi, serta hakikat keberadaan Tuhan yakni teologi[4].
MAKALAH LENGKAP DOWNLOAD "DISINI"


[1] Hidayat Syah, Filsafat Pendidikan Islam, LP2S Indrasakti, Pekanbaru, Hlm: 33
[4] Nina W. Syam, Filsafat Sebagai Akar Ilmu Komunikasi, Simbiosa Rekatama Media,  Bandung, Hlm: 93