Tuesday, December 4, 2012

KOMUNIKASI DALAM PRESFEKTIF ISLAM


DAKWAH, TABLIGH, DAN KHUTBAH DAN PERBEDAAN ANTARA KETIGANYA
Dakwah
Istilah syara’, dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, memanggil, atau mengajak orang untuk beriman dan taat kepada Allah, SWT sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Dakwah memiliki tujuan mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhoi oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.
Tabligh
Tabligh adalah menyampaikan ajaran-ajaran, syariat serta aturan-aturan dalam Islam kepada umat manusia yang ada di muka bumi ini agar dijadikan pedoman hidup untuk memperoleh kebahagian di dunia dan di ahirat. Tabligh berasal dari kata ballagha-yuballighu. Selain tabligh, dalam jenjang aktifitas dakwah juga mengenal taklim, yang bersifat lebih intensif dari tabligh. Ada juga takwin, yang jauh lebih intensif lagi dari taklim dan tabligh. Di dalam tabligh, yang menjadi inti masalah adalah bagaimana agar sebuah informasi tentang agama
Islam bisa sampai kepada objek dakwah. Tapi tidak ada tuntutan lebih jauh untuk mendalami suatu masalah itu. Berbeda dengan taklim, dimana intensitasnya lebih mendalam. Orang-orang yang masuk dalam program taklim punya beban lebih, yaitu belajar dan mendalami masalah-masalah ajaran Islam.
Khutbah
Secara bahasa Khutbah yaitu perkataan yang disampaikan di atas mimbar. Sebagian ulama mendefinisikan “ Khutbah” sebagai perkataan tersusun yang mengandung nasihat dan informasi. Akan tetapi, definisi ini terlalu umum. Adapun definisi yang lebih jelas ialah definisi yang diberikan oleh Dr. Ahmad Al-Hufi yaitu, ‘Cabang ilmu atau seni berbicara di hadapan banyak orang dengan tujuan meyakinkan dan memengaruhi mereka’. Dengan demikian,  Khutbah harus disampaikan secara lisan di hadapan banyak orang dan harus meyakinkan dengan argumen-argumen yang kuat serta memberikan pengaruh kepada pendengar, baik itu berupa motivasi atau peringatan.
Perbedaanya
Sebenarnya dari sisi tujuan, ketiganya hampir sama yakni untuk menyerukan agama Islam dan mengajak umat supaya berjalan sesuai dengan yang ada dalam al-Quran dan Hadis. Pembedanya yaitu pada cara penyampainnya, misalnya pada Khutbah, yang bersifat komunikasi satu arah, dan disampaikan pada waktu-waktu tertentu seperti Sholat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha. Juga memiliki syarat dan ketentuan, sehingga tidak boleh sembarangan. Sedangkan Tabligh tidak demikian, penyampaiannya lebih mudah, tidak ada syarat dan ketentuannya, dan komunikasinya pun antara komunikator dan komunikan dapat berlangsung dua arah atau interktif. Sehigga respon dan feedback dapat langsung diterima oleh komunikator. Sama halnya dengan Dakwah, lebih fleksibel, tanpa adanya rukun dan syaratnya. Serta dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan inovatif seperti seminar, lokakarya, pelatihan, atau sarasehan.

'KOMUNIKASI DAKWAH' MENJADI KONSEP YANG LEBIH FLEKSIBEL & AKTUAL DIBANDINGKAN DENGAN “DAKWAH”
Komunikasi dakwah adalah komunikasi yang unsur-unsurnya disesuaikan visi dan misi dakwah. Menurut beberapa literatur bahwa komunikasi dakwah adalah suatu bentuk komunikasi yang khas dimana seseorang komunikator menyampaikan pesan-pesan yang bersumber atau sesuai dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, dengan tujuan agar orang lain dapat berbuat amal shaleh sesuai dengan pesan-pesan yang disampaikan.
Jadi dari segi proses komunikasi dakwah hampir sama dengan komunikasi pada umumnya, tetapi yang membedakan hanya pada cara dan tujuan yang akan dicapai. Adapun tujuan komunikasi pada umumnya yaitu mengharapkan partisipasi dari komunikan atas ide-ide atau pesan-pesan yang disampikan oleh pihak komunikator sehingga pesan-pesan yang disampaikan tersebut terjadilah perubahan sikap dan tingkah laku yang diharapkan, sedangkan tujuan komunikasi dakwah yaitu mengharapkan terjadi nya perubahan atau pembentukan sikap atau tingkah laku sesuai dengan ajaran agama Islam.
Jadi menurut saya, mengapa Komunikasi Dakwah dipandang fleksibel, karena dengan komunikasi tujuannya menjadi lebih luas dan memiliki susunan dan sehingga lebih efektif. Misalnya, untuk mengajak berbuat kebajikan, jika di sampaikan dengan komunikasi efektif, tentu akan lebih banyak orang yang mengikutinya. Lebih dari itu,  sekat-sekat keagamaan menjadi cair dan toleransi terhadap budaya lokal serta beradaptasi dengan kondisi masyarakat lokal, sebab dengan komunikasi yang efektif semua telah terkandung di dalamnya.

PERBEDAAN YANG MENDASAR ANTARA KOMUNIKASI DAKWAH, KOMUNIKASI ISLAM DAN DAKWAH
Komunikasi Dakwah bisa dikatakan merupakan kajian baru dalam dunia ilmu komunikasi. Selain itu, Komunikasi Dakwah juga merupakan kajian ”sektarian”, yakni bidang kajian yang khusus berkaitan dengan komunitas atau masyarakat beragama Islam (kaum Muslimin) mengingat terminologi dakwah sendiri hanyalah milik Islam.  Komunikasi dakwah merupakan komunikasi persuasive yang berisi pesan-pesan dakwah ajaran Islam baik dalam bentuk verbal maupun non verbal kepada masyarakat untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat .
Sedangkan komunikasi Islam merupakan bentuk frasa dan pemikiran yang baru muncul dalam penelitian akademik sekitar tiga dekade belakangan ini. Munculnya pemikiran dan aktivisme komunikasi Islam didasarkan pada kegagalan falsafah, paradigma dan pelaksanaan komunikasi Barat yang lebih mengoptimalkan nilai-nilai pragmatis, materialistis serta penggunaan media secara kapitalis. Kegagalan tersebut menimbulkan implikasi negatif terutama terhadap komunitas Muslim di seluruh penjuru dunia akibat perbedaan agama, budaya dan gaya hidup dari negara-negara (Barat) yang menjadi produsen ilmu tersebut.
Ilmu komunikasi Islam yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini terutama menyangkut teori dan prinsip-prinsip komunikasi Islam, serta pendekatan Islam tentang komunikasi. Komunikasi Islam berfokus pada teori-teori komunikasi yang dikembangkan oleh para pemikir Muslim. Tujuan akhirnya adalah menjadikan komunikasi Islam sebagai komunikasi alternatif, terutama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang bersesuaian dengan fitrah penciptaan manusia. Kesesuaian nilai-nilai komunikasi dengan dimensi penciptaan fitrah kemanusiaan itu memberi manfaat terhadap kesejahteraan manusia sejagat. Sehingga dalam perspektif ini, komunikasi Islam merupakan proses penyampaian atau tukar menukar informasi yang menggunakan prinsip dan kaedah komunikasi dalam Al-Quran.

PSIKOLOGI KOGNITIF, DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA KOMUNIKAS.
Psikologi Kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum yang mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental atau psikis yang berkaitan dengan cara manusia berfikir, seperti dalam memperoleh pengetahuan, mengolah kesan yang masuk melalui penginderaan, menghadapi masalah atau problem untuk mencari suatu penyelesaian, serta menggali dari ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam menghadapi tunututan hidup sehari-hari.
Cabang ilmu psikologi ini khusus mempelajari gejala-gejala mental yang bersifat kognitif dan terkait dengan proses belajar mengajar di sekolah, yang memiliki hubungan erat dengan psikologi belajar, psikologi pendidikan dan psikologi pengajaran. Pengetahuan dan pemahaman tentang proses belajar tidak hanya menerangkan mengapa siswa berhasil dalam proses balajar, tetapi juga membantu untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam prose situ dan sekali terjadi kesalahan selama periode belajar, untuk mengoreksinya.

PARADIGMA: URGENSI DAN MANFAATNYA  DALAM PENELITIAN KOMUNIKASI
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual. Paradigma merupakan jawaban atas pertanyaan fundamental proses keilmuan dan pengetahuan  manusia, yang dirumuskan dalam beberapa dimensi ontologism, epistimologis, aksiologis, retoris, dan metodologis sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Tidak hanya itu, paradigma juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Oleh karena itu, paradigma merupakan aspek yang begitu penting dalam proses keilmuan.
Sedangkan urgensi paradigma dalam komunikasi untuk mengantarkan manusia pada tujuan komunikasi agar terjadi komunikasi yang efektif. Lalu, manfaat dalam penelitian sendiri yaitu untuk mengetahui keseluruhan bentuk penelitian, juga sebagai suatu citra dasar bidang kajian dalam suatu ilmu, serta sebagai bentuk model  yang memperkuat teori yang dikemukakan. Selain itu, untuk merubah permasalahan menjadi permasalahan baru, mengarahkan model penelitian, dan memastikan jumlah variabel dan indikator yang digunakan dalam penelitian , serta menentukan alat uji kolerasi yang digunakan.