Thursday, December 6, 2012

Tahap-Tahap Perkembangan Teori Komunikasi



Oleh: Mulyadi Saputra
Priode pertama adalah Mazhab Retorika  yang berkembang sejak periode klasik hingga awal abad  ke-19. Mazhab ini sangat mengakar di masyarakat Yunani dimana negara tersebut merupakan tempatnya para ilmuan masa itu. Masyarakat Yunani mashab ini sebagai upaya mencari kebenaran melalui dialog. Tiga unsur penting dalam mazhab ini yang sangat terkenal yaitu Etos, Pathos, dan Logos.
            Setelah itu berkembang tradisi jurnalisme, paradigma, dan perkembangan retorika, yakni pada zaman Romawi Kuno hingga periode 1900-1950-an. Tradisi jurnalisme sudah dimulai sejak zaman Romawi Kuno yang ditandai dengan adanya Acta Diurna atau catatan harian, dimana pada masa itu penyebaran informasi secara luas dengan menggunakan media papan pengumuman. Informasi tersebut ditujukan kepada rakyatnya atau masyarakay kala itu.
Kemudian berkembanglah tahap komunikasi massa pada tahun 1940-1950-an. Dalam tahap ini lahirlah beberapa model seperti model lasswell, teori SOR, S-M-C-R model, dan sebagainya. Model-model tersebut hingga kini masih digunakan meski model-model terbaru yang beberapa membantah model tersebut telah bermunculan. Pada era tahun 1960-an masuk pada tahap integrasi. Pada tahap ini lahirlah model komunikasi intrapersonal karya Berlo, juga teori-teori yang lainnya.

Tahap berikutnya yaitu pertumbuhan dan sosialisasi. Dalam tahap ini komunikasi interpersonal dan studi interaksi non verbal menjadi area yang populer. Retorika, berbicara di depan publik, debat, teater, patologi percakapan, jurnalisme, media massa, fotografi, iklan, dan publik relesyen berlanjut tumbuh sejalan dengan komunikasi percakapan, dan komunikasi massa.
Pada tahun I980 hingga 1990 yang berkembang yakni Era Informasi, pada era ini merujuk pada dekade studi komunikasi pada masa periode ini yang ditandai oleh meningkatnya peranan komunikasi, informasi dan media dalam kehidupan pribadi dan profesional kita. Bahakan yang mengkaji mengenai komunikasi semakin banyak sehingga kritik terhadap bidang komunikasi juga bermunkculan seiring dengan tumbuhnya teori-teori baru yang menyempurnakan teori-teori sebelumnya yang masih memiliki kekurangan.
Teori Komunikasi dari prespektif  Antropologi:
  • Teori Groupthik
Teori Pemikiran Kelompok (groupthink) lahir dari penelitian panjang Irvin L Janis. Janis menggunakan istilah groupthink untuk menunjukkan satu mode berpikir sekelompok orang yang sifat kohesif (terpadu), ketika usaha-usaha keras yang dilakukan anggota-anggota kelompok untuk mencapai kata mufakat. Untuk mencapai kebulatan suara klompok ini mengesampingkan motivasinya untuk menilai alternatif-alternatif tindakan secara realistis. Grouptink dapat didefinisikan sebagai suatu situasi dalam proses pengambilan keputusan yang menunjukkan timbulnya kemerosotan efesiensi mental, pengujian realitas, dan penilaian moral yang disebabkan oleh tekanan-tekanan kelompok.
  • Teori Pengurangan dan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory)
Teori pengurangan ketidakpastian kadang kala disebut dengan Teori Interaksi Awal (Initial Interaction Theory). Teori penguranagan ketidakpastian dipelopori oleh Charles berger dan Richard Calabrese pada tahun 1975. Tahun 1987 Lester mengembangkan teori ini menjadi termasuk teori dalam suatu organisasi. Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
Teori Komunikasi dari prespektif  Psikologi:
  • Teori Behavioral and Cognitive
Teori Behavioral dan Cognitive merupakan gabungan dari dua tradisi yang berbeda. Perbedaan utama teori antara aliran behavioral dan kognitif dengan aliran struktural dan fungsional terletak pada fokus pegamatan serta sejarahnya. Teori Behavioral dan fungsional berkembang dari ilmu sosial dan ilmu-ilmu lainnya yang cenderung memusatkan struktur sosial dan budaya. Sementara teori-teori behvioral dan kognitif berkembang dari psikologi dan ilmu-ilmu behavioral lainnya yang cenderung memusatkan pengamatan pada diri manusia secara individual.
  • Teori Pembelajaran ( Learning Theory)
Teori ini melihat perubahan sikap sebagai suatu proses pembelajaran. Teori ini tertarik pada ciri-ciri dan hubungan antara stimulus dan respon dalam suatu proses komunikasi. Hovlan, Janis dan Kelley dengan program komunikasi dan perubahan sikap Yale ( The Yale communication and attitude change program) memberikan sumbangan yang sangat bermakna terhadap perkembangan teori ini (Baron & Byrne 1981). Program Yale mengidentifikasi unsur-unsur dalam proses pembujukan, yang dapat memberi pengaruh terhadap perubahan sikap seseorang. Dalam perkembangan sekarang ini, masalah pembujukan telah menjadi topik pembahasan yang paling banyak dibahas dalam berbagai literatur tentang perubahan sikap.

2 comments:

  1. makasih informasinya...isi blog ini sangat menarik dan kolaborasi antar ide pokok dengan gagasan tertuang dalam kekhasan tertentu. sehingga mudah di fahami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, terimakasih juga telah berkunjung ke blog saya...

      Delete