Sunday, December 2, 2012

Teknik Pengumpulan Data, Pendekatan serta Analisis dalam Penelitian Kualitatif

Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif
1.  Wawancara
Wawancara  merupakan suatu  proses dalam komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi. Salah satu caranya yakhi dengan tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi, atau lainnya. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian.
Dapat pula sebagai proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya. Karena merupakan proses pembuktian, maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya.
Wawancara terbagi menjadi dua jenis, yaitu wawancara mendalam dan wawancara terarah. Wawancara mendalam (in-depth interview), di mana peneliti menggali informasi secara mendalam dengan cara terlibat langsung dengan kehidupan informan dan bertanya jawab secara bebas tanpa pedoman pertanyaan yang disiapkan sebelumnya sehingga suasananya hidup, dan dilakukan berkali-kali;
Wawancara terarah (guided interview) di mana peneliti menanyakan kepada informan hal-hal yang telah disiapkan sebelumnya. Berbeda dengan wawancara mendalam, wawancara terarah memiliki kelemahan, yakni suasana tidak hidup, karena peneliti terikat  dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Sering terjadi pewawancara atau peneliti lebih memperhatikan daftar pertanyaan yang diajukan daripada bertatap muka dengan informan, sehingga suasana terasa kaku.

2. Observasi
Observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Bentuk observasi terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
a.       Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.
b.      Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.
c.       Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.

3. Dokumen
Dalam penelitian dan ptoses pencarian data, juga dapat mencarinya melalui informasi dan fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna.

4. Focus Group Discussion
Metode terakhir untuk mengumpulkan data ialah lewat Diskusi terpusat (Focus Group Discussion), yaitu upaya  menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemaknaan yang salah oleh seorang peneliti. Misalnya, sekelompok peneliti mendiskusikan hasil UN 2011 di mana nilai rata-rata siswa pada matapelajaran bahasa Indonesia rendah. Untuk menghindari pemaknaan secara subjektif oleh seorang peneliti, maka dibentuk kelompok diskusi terdiri atas beberapa orang peneliti. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah isu diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif.

Penjelasan Singkat Mengenai Pendekatan dan Analisis
a.                  Fenomenologi
Fenomenologi menjelaskan fenomena dan maknanya bagi indovidu, dengan melakukan wacana pada sejumlah individu. Temuan ini kemudian dihubungkan dengan prinsip-prinsip filosofis fenomenologi. Studi ini diakhiri dengan esensi dari makna. Fenomenologi menjelaskan struktur kesadaran dalam pengalaman manusia. Pendekatan fenomenologi berupaya membiarkan realitas mengkapkan dirinya sendiri secara alami.
b.                  Grounded Theory
Grounded Theory merupakan studi untuk menghasilkan atau untuk mengembangkan teori. Teori dikembangkan dari situasi-situasi partikular yang berkaitan. Situasi yang dimaksud mencakup saat ketika seseorang berinteraksi, melakukan tindakan, atau bereaksi terhadap sebuah fenomena. Untuk mengkaji bagaimana orang bereaksi terhadap suatu fenomena, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, mengunjungi lapangan berkali-kali, mengembangkan dan menghubung-hubungkan kategori-kategori informasi, menuliskan proposisi atau hipotesis teoritis atau menyajikan gambaran visual tentang teori.
c.                   Studi Kasus
Pendekatan studi kasus merupakan suatu pendekatan riset yang menjelaskan suatu kasus yang terkait waktu dan tempat tertentu, serta mencari bahan kontekstual berkaitan dengan setting kasus tersebut. Data dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mengungkapkan gambaran mendalam mengenai kasus tersebut. Studi kasus adalah eksplorasi tentang sistem terbatas atau satu kasus juga bisa beberapa kasus, secara rinci setelah melewati waktu tertentu. Tentunya melalui pengumpulan data secara mendalam yang berasal dari berbagai sumber informasi.
d.                  Pendekatan Etnografi
Pendekatan Etnografi merupakan kajian yang pada awalnya dikembangakan dalam bidang antropologi. Riset ini mengkaji prilaku suatu kelompok atau indovidu yang terkait dalam kebudayaan. Data dikumpulkan melalui wawancra, kemudian tema-tema hasil dari wawancara dimunculkan dan dikembangkan. Etnografi mendeskripsikan interpretasi tentang sosial budaya atau sistem suatu kelompok. Penjelasnnnya seputar pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup.
e.                   Pendekatan Biografi  
Pendekatan biografi merupakan penelitian biografi yang mempelajari seluk beluk seorang individu berkaitan dengan pengalamannya, sebagaimana diceritakan orang bersangkutan kepada peneliti, serta sumber sumber lain yang relevan, seperti arsip dan dokumen, anggota keluarganya, koleganya, dan lainnya. Isu yang dikaji menyangkut moment penting orang bersangkutan. Studi ini dilakukan apabila bahannya tersedia berkaitan dengan individu yang bersangkutan, serta orang itu mau berbagi informasi tentang dirinya.
f.                   Analisis Semiotik
Analisis semiotika adalah metode penelitian untuk menafsirkan makna dari suatu pesan komunikasi baik yang tersirat (tertulis) maupun yang tersurat (tidak tertulis/teruap). Makna yang dimaksud mulai dari parsial hingga makna komprehensif. Sehingga dapat diketahui motif komunikasi dari komunikatornya.
Metode semiotika dikembangkan untuk menafsirkan simbol komunikasi sehingga dapat diketahui bagaimana komunikator mengkontruksi pesan untuk maksud-maksud tertentu. Pemaknaan simbol dapat menggunakan denotatif dan konotatif atau nilai-nilai ideologis  (atau mitologi dalam istilah Roland Barthes) dan kultural
Melalui analisis semiotika dapat dikupas  tanda dan makna yang diterapkan pada sebuah naskah pidato, iklan, novel, film, dan naskah lainnya. Hasil analisis rangkaian tanda itu akan dapat menggambarkan konsep pemikiran yang hendak disampaikan oleh komunikator, dan rangkaian tanda yang terinterpretasikan menjadi suatu jawaban atas pertanyaan nilai-nilai ideologi dan kultural yang berada di balik sebuah naskah.
g.                  Analisis Wacana
Analisis wacana (Discourse Analysis), atau studi wacana, adalah istilah umum untuk sejumlah pendekatan dalam analisis data kualitatif, untuk menganalisis naskah tertulis, komunikasi lisan maupun tandatangan dengan menggunakan bahasa.
            Objek analisis wacana adalah tulisan, percakapan komunikatif, dll- perbedaan definisi dalam urutan yang koheren berbentuk kalimat, preposisi, tindak wicara atau perubahan selama proses pembicaraan. Berlawanan dengan banyak linguistik tradisional, analisis wacana tidak hanya mempelajari penggunaan bahasa 'luar batas kalimat', tetapi juga lebih memilih untuk menganalisis menggunakan bahasa yang 'alami', dan tidak menggunakan banyak contoh. Hal ini dikenal sebagai korpus linguistik, linguistik teks terkait. Perbedaan penting antara analisis wacana dan linguistik teks adalahp engungkapkan karakteristik sosio-psikologis dari publik daripada struktur teks.
            Analisis wacana telah digunakan dalam berbagai disiplin ilmu sosial, termasuk linguistik, sosiologi, antropologi, pekerjaan sosial, psikologi kognitif, psikologi sosial, hubungan internasional, geografi manusia, studi komunikasi dan studi terjemahan, yang masing-masing tunduk pada asumsi, dimensi analisis, dan metodologi. Sosiolog Harold Garfinkel merupakan salah satu tokoh berpengaruh pada analisis ini.
h.                  Analisis Framing
Metode framing (pembingkaian) adalah suatu metode untuk melihat cara bercerita (story telling) media atas peristiwa. Cara bercerita itu tergambar pada “cara melihat” terhadap realitas yang dijadikan berita. “Cara melihat” ini berpengaruh pada hasil akhir dari konstruksi realitas. Analisis framing adalah analisis yang dipakai untuk melihat bagaimana media mengonstruksikan realitas. Analisis framing juga dipakai untuk melihat bagaimana peristiwa dipahami dan dibingkai oleh media. Analisis framing yang menjadi pusat perhatian adalah pembentukan pesan dari teks. Framing, terutama, melihat bagaimana pesan atau peristiwa dikonstruksikan oleh media.
            Metode Analisis Framing adalah analisis untuk membongkar ideologi di balik penulisan informasi. Robert N. Entman, seorang ahli yang meletakkan dasar-dasar bagi analisis framing untuk studi isi media, mendefinisikan framing sebagai seleksi dari berbagai aspek realitas yang diterima dan membuat peristiwa itu lebih menonjol dalam suatu teks komunikasi.
            Entman melihat framing dalam dua dimensi besar, yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas atau isu. Penonjolan adalah proses membuat informasi menjadi lebih bermakna, lebih menarik, berarti atau lebih diingat oleh khalayak. Realitas yang disajikan secara menonjol atau mencolok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami suatu realitas.

>>>Artikel lain "KLIK"<<<